About

Pages

Tampilkan postingan dengan label Perjuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perjuangan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Mei 2013

Cerita Motivation

Posted by Unknown On 04.16

                                                                       Ayo Donk

Blog ini berisi cerita dan artikel motivasi. Artikel dari blog ini merupakan hak cipta dari pengarang yang bersangkutan
Thursday, May 25, 2006
Pelajaran Satu Juta Dolar
Pelajaran Satu Juta Dolar
Petey Parker

Seorang sopir taxi telah mengajarkan pada saya bagaimana memenuhi harapan dan kepuasan pelanggan. Sebuah pelajaran berharga satu juta Dollar. Mungkin anda harus mengeluarkan ribuan Dollar untuk membayar seorang pembicara profesional dalam sebuah seminar atau pelatihan motivasi bagi karyawan perusahaan. Tapi kali ini saya hanya cukup mengeluarkan ongkos taxi seharga 12 Dollar saja.

Ceritanya begini: Suatu hari saya terbang ke Dallas untuk menemui seorang klien. Waktu itu sangat sempit, karena saya harus segera kembali ke airport.

Saya menyetop sebuah taxi. Begitu tiba, dengan segera sopir taxi membuka pintu mobil untuk saya, dan memastikan bahwa saya telah duduk dengan nyaman di dalamnya.

Begitu ia duduk di belakang kemudi, ia menunjuk sebuah koran Wall Street Journal yang terlipat rapi di samping saya untuk dibaca. Lalu ia menawarkan beberapa kaset, dan menanyakan jenis musik apa yang saya sukai. "Wow," saya cukup terperanjat dengan pelayanan yang diberikannya. Saya menoleh ke sekeliling. Jangan-jangan ada program "Candid Camera" yang ingin menjebak dan mengolok-olok saya. Dengan penuh penasaran saya memberanikan bertanya pada sopir taxi itu, "Wah, kelihatannya anda sangat senang sekali dengan pekerjaan anda ini. Tentu anda punya cerita yang panjang mengenai pekerjaan anda ini"
"Anda salah," jawabnya, "Dulu saya bekerja di Corporate America. Tetapi saya merasa lelah karena berapa pun kerasnya usaha untuk menjadi yang terbaik dalam perusahaan itu, ternyata tidak pernah memuaskan hati saya. Kemudian saya memutuskan untuk menemukan sebuah ceruk dalam kehidupan saya dimana saya bisa merasa bangga dan puas karena mampu menjadi diri saya yang terbaik."
"Saya tahu," lanjutnya, "Saya takkan pernah bisa menjadi seorang ilmuwan roket, tetapi saya suka sekali mengendarai mobil dan memberikan pelayanan pada orang lain. Saya ingin merasa bahwa saya telah melakukan pekerjaan yang terbaik setiap harinya. Lalu, saya merenungi apa yang jadi kelebihan diri saya, dan wham.. saya menjadi seorang sopir taxi."
"Satu hal yang saya yakini, supaya saya meraih keberhasilan dalam usaha saya ini, saya hanya perlu memenuhi kebutuhan penumpang saya. Tetapi agar bisnis saya ini menjadi luar biasa, saya harus melebihi harapan penumpang saya. Tentu saja saya ingin meraih hasil yang luar biasa, ketimbang yang biasa-biasa saja."

Waw, sebuah pelajaran nyata yang luar biasa. Menurut anda, apakah saya memberinya tip besar atas pelayanan yang diberikannya? Anda salah! Dia adalah kerugian bagi Corporate America, tetapi teman perjalanan yang baik.

Disadur dari: Petey Parker, A Million Dollar Lesson
posted by eternal at 12:52 PM 11 comments links to this post   

Sunday, April 16, 2006
Ayo, Terus Bergerak!
Air, jika dibiarkan terus menggenang, tanpa aliran, lama-lama akan menjadi sarang penyakit. Demikian juga udara, jika dibiarkan berhenti, tak berhembus, akan menimbulkan kepengapan dan akhirnya merusak pernapasan. Semua harus bergerak. Tidak boleh ada yang diam.

Adalah kenyataan bahwa segala ciptaan Allah selalu bergerak. Bumi, matahari, bulan, bintang, dan semua tata surya berotasi tiada henti. Sekali terhenti akan terjadi kerusakan dan bencana yang luar biasa. Bahkan makhluk-makhluk mikro seperti bakteri dan virus pun bergerak.

Hukum Tuhan yang terjadi pada alam raya itu sesungguhnya terjadi juga pada diri manusia. Secara fisik, jika manusia berhenti, diam, dan tidak melakukan aktifitas, maka dalam kurun waktu tertentu kesehatannya pasti terganggu. Selain mudah lelah, berbagai penyakit akan mulai berdatangan.

Demikian pula halnya dengan pikiran. Seseorang yang membiarkan otaknya berhenti berpikir, maka dalam jangka waktu tertentu pikirannya akan terganggu. Sulit berpikir logis dan sistematis. Berpikirnya meloncat-loncat, sulit mengingat, dan mudah lupa. Menurut penelitian ilmiah, orang yang kurang terbiasa menggunakan pikirannya, pada usia tuanya akan menjadi pikun.

Jika rumus pergerakan itu terjadi pada alam dan individu manusia, maka hal yang sama juga pasti berlaku pada sebuah masyarakat dan organisasi.

Jangan sekali-kali berhenti, diam, atau stagnan. Karena diam itu berarti mati. Diam itu bisa membawa penyakit. Diam itu tidak sehat. Jangan takut perubahan, perbaikan, dan pembaruan. Sebab semua ciptaan-Nya ditakdirkan
selalu bergerak dalam sebuah rotasi yang telah ditentukan.
posted by eternal at 7:34 PM 4 comments links to this post   

Friday, April 14, 2006
Segala Sesuatu Yang Berputar Selalu Berputar
Bryan hampir saja tidak melihat wanita tua yang berdiri dipinggir jalan itu, tetapi dalam cahaya berkabut ia dapat melihat bahwa wanita tua itu membutuhkan pertolongan. Lalu ia menghentikan mobil Pontiacnya di depan mobil Mercedes wanita tua itu, lalu ia keluar dan menghampirinya.

Walaupun dengan wajah tersenyum wanita itu tetap merasa khawatir, karena setelah menunggu beberapa jam tidak ada seorang pun yang menolongnya.

Apakah lelaki itu bermaksud menyakitinya?

Lelaki tersebut penampilanya tidak terlalu baik, ia kelihatan begitu memprihatinkan. Wanita itu dapat merasakan kalau dirinya begitu ketakutan, berdiri sendirian dalam cuaca yang begitu dingin, sepertinya lelaki tersebut tau apa yang ia pikirkan. Lelaki itu berkata " saya kemari untuk membantu anda bu, kenapa anda tidak menunggu didalam mobil bukankah disana lebih hangat? oh ya nama saya Bryan.

Bryan masuk kedalam kolong mobil wanita itu untuk memperbaiki yang rusak.

Akhirnya ia selesai, tetapi dia kelihatan begitu kotor dan lelah, wanita itu membuka kaca jendela mobilnya dan berbicara kepadanya, ia berkata bahwa ia dari st louis dan kebetulan lewat jalan ini. Dia merasa tidak cukup kalau hanya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

Wanita itu berkata berapa yang harus ia bayar, berapapun jumlahnya yang ia minta tidak menjadi masalah, karena ia membayangkan apa yang akan terjadi jika lelaki tersebut tidak menolongnya. Bryan hanya tersenyum.

Bryan tidak mengatakan berapa jumlah yang harus dibayar, karena baginya menolong orang bukanlah suatu pekerjaan. Ia yakin apabila menolong seseorang yang membutuhkan pertolongan tanpa suatu imbalan suatu hari nanti Tuhan pasti akan membalas amal perbuatanya.

Ia berkata kepada wanita itu " Bila ia benar-benar ingin membalas jasanya, maka apabila suatu saat nanti apabila ia melihat seseorang yang membutuhkan pertolongan maka tolonglah orang tersebut "...dan ingatlah pada saya".

Bryan menunggu sampai wanita itu menstater mobilnya dan menghilang dari pandangan.

Setelah berjalan beberapa mil wanita itu melihat kafe kecil, lalu ia mampir kesana untuk makan dan beristirahat sebentar. Pelayan datang dan memberikan handuk bersih untuk mengeringkan rambutnya yang basah. Wanita itu memperhatikan sang pelayan yang sedang hamil, dan masih begitu muda. Lalu ia teringat kepada Bryan

Setelah wanita itu selesai makan dan, sang pelayan sedang mengambil kembalian untuknya, wanita itu pergi keluar secara diam-diam.

Setelah kepergiannya sang pelayan kembali, pelayan itu bingung kemana wanita itu pergi, lalu ia menemukan secarik kertas diatas meja dan uang $1000. Ia begitu terharu setelah membaca apa yang ditulis oleh wanita itu:

"Kamu tidak berhutang apapun pada saya karena seseorang telah menolong saya, oleh karena itulah saya menolong kamu, maka inilah yang harus kamu lakukan:

"Jangan pernah berhenti untuk memberikan cinta dan kasih sayang".

Malam ketika ia pulang dan pergi tidur, ia berfikir mengenai uang dan apa yang di tulis oleh wanita itu.

Bagaimana wanita itu bisa tahu kalau ia dan suaminya sangat membutuhkan uang untuk menanti kelahiran bayinya?

Ia tau bagaimana suaminya sangat risau mengenai hal ini, lalu ia memeluk suaminya yang terbaring disebelahnya dan memberikan ciuman yang lembut sambil berbisik :"semuanya akan baik-baik saja, I Love You Bryan"

"Segala sesuatu yang berputar akan selalu berputar", therefore, don't ever to stop to do good things in your life..
posted by eternal at 5:10 PM 0 comments links to this post   

Friday, April 07, 2006
'Telur Emas' dari Diri dan Keluarga
Sebuah dongeng rakyat yang sampai sekarang masih cukup terkenal, dan sampai sekarang tetap saya ingat karena telah memberikan inspirasi yang mendalam bagi saya. Dikisahkan seorang peternak angsa, memiliki begitu banyak angsa di peternakannya. Sang peternak adalah seorang yang rajin memelihara angsa-angsanya, hanya saja karena pengelolaan peternakannya yang sederhana dan tidak pernah diupayakan untuk ditingkatkan, maka hasil telur dari angsa-angsa ini selalu begitu-begitu saja tidak pernah memberikan peningkatan penghasilan bagi sang peternak.

Suatu pagi, seperti biasa sang peternak bangun dari tidurnya dan bergegas menuju kandang-kandang angsanya untuk segera mengumpulkan telur-telur yang dihasilkan si angsa hari itu. Betapa terkejutnya sang peternak ketika mendapati sebuah telur berwarna kuning keemasan dari seekor angsa tua di kandang paling ujung.

"Siapa yang pagi-pagi telah berusaha memperdayai saya.", gumamnya dalam hati sambil memungut telur keemasan tadi. "Mungkinkah ini sebuah telur dari emas", pikirnya kemudian.

Lama dia berpikir me-logika terhadap apa yang terjadi dengannya pagi itu, sambil terus memandangi telur keemasan digenggamannya. Merasakan beratnya, mengetuk-ngetukkannya pada batu, menggores-goreskannya, sampai pada suatu keyakinan dalam hati pak peternak bahwa dia harus bergegas memastikan benda apa itu.

Bergegas dia menuju ke tempat ahli logam tak jauh dari rumahnya, yang kemudian dia meminta sang ahli logam untuk menganalisa benda apakah yang dia temukan pagi itu. Sang ahli logam mengambil lup-nya, yang kemudian mencermati telur keemasan yang diterimanya.

Beberapa saat kemudian dia memandangi si peternak, sambil menyerahkan telur tersebut dan berkata, "Ini adalah emas murni 24 karat berbentuk bulat telur dengan berat hampir satu kilogram..!".

Setengah tak percaya si peternak kemudian meminta sang ahli logam untuk menukar telur emas tersebut dengan uang sesuai dengan taksiran harganya.

Segepok uang yang diterimanya kemudian segera dibelanjakan segala barang yang dia impikan selama ini untuk dimiliki dari pakaian-pakaian yang bagus dan mahal, perabot-perabot mahal, dan sebagainya.

Esok harinya, karena masih banyak sisa uang untuk hidupnya hari itu, dengan langkah malas dia menuju ke kandang angsanya untuk memunguti telur-telur hasil pada hari itu. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa kejadian telur emas kemarin hari akan berulang lagi pada hari itu. Dan benar dia kembali menemukan telur emas pada angsa yang sama. Bergegas dia berlari menuju kota untuk kembali menjual telur tersebut.

Esok paginya setelah bangun pagi, dengan berharap-harap cemas dia kembali menuju angsa tua petelur emas. Dan benar! Kembali sang angsa mempersembahkan satu telur emas kepada sang peternak.

Hal yang sama terjadi esok paginya, esok paginya, dan seterusnya, sehingga membuat si peternak menjadi rajin bangun pagi-pagi sekali untuk sekedar segera mendapat telur emas dari angsa tua itu.

Dalam waktu singkat, kehidupan si peternak pun berubah. Si angsa tua juga sudah diberi tempat khusus di sebelah kamar tidur si peternak agar telur emas hasil si angsa tua tiap pagi tidak dicuri orang dan dengan mudah dapat segera diambil oleh sang peternak untuk dijual. Rumahnya kini telah berubah menjadi begitu mewah. Lama kelamaan timbulah sifat tamak dari si peternak.

"Mengapa saya harus menunggu satu butir telur emas setiap harinya dari si angsa tua", pikirnya.., ..betapa bodohnya saya.". "Isi perut angsa tua itu pastilah penuh dengan emas,.kenapa tidak sekarang saja saya ambil semuanya, sehingga saya tidak perlu susah-susah menunggu tiap pagi, serta dalam sekali waktu saya sudah bisa dapatkan semua.", begitulah pikir sang peternak.

Diambilnya parang besar miliknya, dan dalam sekejap dibelahlah dada si angsa tua. Tapi apa yang terjadi? Tak ada secuil pun telur emas di dalam perut si angsa tua. Dan yang lebih buruk, si angsa tua saat itu juga mati digenggaman sang peternak. Telur emas tiap pagi pun tinggal kenangan.

Cerita ini terkenal dengan sebutan Aesop's fable dengan judul `The goose and the golden eggs'. Mengapa cerita ini begitu menarik bagi saya? Seseorang yang telah menginjak dewasa dan mulai harus menghidupi dirinya tentunya mulai sadar bahwa dia harus memiliki `sesuatu' yang bisa dijadikan semacam modal agar dia bisa selalu terus menerus menghasilkan *sesuatu* yang bisa menghidupi dirinya. Apalagi kalau orang tersebut sudah memutuskan untuk
membangun sebuah rumah tangga.`Sesuatu' (dengan tanda kutip) yang saya maksud bisa berupa keahlian, kepandaian, pengetahuan, ketrampilan, ketekunan,keberanian, dsb. Sedang sesuatu (dengan huruf tebal) di atas adalah bisa berupa uang, penghargaan, pengakuan, kesempatan, dsb.

Sesuatu (dengan huruf tebal) tadi adalah sebuah `telur emas' bagi kita. Ketika kita mulai menekuni sebuah profesi, ketika kita mulai merintis sebuah usaha, ketika kita mulai meniti karir, hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun, sedikit demi sedikit akan muncul `telur emas-telur emas'bagi kita.

Lalu dimanakah letak angsanya? Tak lain adalah `Sesuatu' (dengan tanda kutip) yang saya sebutkan di atas. `Sesuatu' yang semua itu bermuara kepada diri kita, baik badan kita secara fisik, pemikiran kita, serta jiwa, emosi dan rohani kita. Dan bila dikembangkan, keluarga adalah juga merupakan bagian dari `angsa' kita, baik itu manusianya, suasananya, semangatnya,
kebersamaannya, rasa cita kasihnya, keteduhannya dan semua hal yang bisa memastikan bahwa kita bisa akan selalu menghasilkan `telur emas', hari demi hari, sedikit demi sedikit.

Kisah fabel yang saya ceritakan diatas sepertinya bisa terlihat sebagai kisah yang terlalu ekstrim. Tapi bila kita mau berkaca pada kehidupan di sekitar kita, kita mungkin akan sadar bahwa perumpamaan sang peternak membelah dada angsa untuk segera memperoleh semua telur emas sekaligus dalam sekejap ternyata banyak terjadi di sekitar kita.

Kita lihat di sekitar kita bagaimana sesorang yang ingin mengejar karir sampai ke puncak dengan segera, justru mengabaikan kesehatan dirinya sendiri, pola makannya, jam istirahatnya. Tak lain dia pelan-pelan membelah dada angsanya sendiri.
Masih banyak diantara kita, dalam menjalankan profesinya, atau dalam melakukan usahanya, ingin mendapatkan keuntungan yang berlipat dalam sekejap. Sehingga sampai lupa waktu mengabaikan saat-saat istri dan anak-anaknya membutuhkan sebuah kebersamaan dengannya. Tanpa dia sadari, dalam mencoba dia mendapatkan telur emas, justru dia berusaha
`membunuh' si angsa.
Bisa jadi kita sebagai manusia yang memiliki keahlian, ketrampilan, pengetahuan, semangat, keberanian adalah manusia-manusia yang akan selalu menghasilkan telur emas-telur emas setiap harinya. Dan hari demi hari kita selalu bangga akan telur emas yang kita hasilkan. Tapi yakinkah kita akan selalu ada telur emas ketika kita justru mulai tidak begitu
menghiraukan angsa-angsa kita. Ketika kita lupa untuk memperhatikan kesehatan fisik diri kita, ketika kita mulai mengabaikan kesehatan rohani kita, ketika kita melalaikan sumber daya manusia di keluarga kita.

Itulah yang saya selalu coba untuk mengingatkan diri saya, bahwa untuk menjamin selalu adanya telur emas, begitu penting usaha untuk memberdayakan diri dan keluarga kita.

Sumber: 'Telur Emas' dari Diri dan Keluarga oleh Pitoyo Amrih
posted by eternal at 11:09 AM 0 comments links to this post   

Monday, April 03, 2006
Kisah Beruang
Seekor beruang yang bertubuh besar sedang menunggu seharian dgn sabar ditepi
sungai deras, waktu itu memang tidak sedang musim ikan.
Sejak pagi ia berdiri disana mencoba meraih ikan yang meloncat keluar air.
Namun,tak satu juga ikan yg berhasil ia tangkap. Setelah berkali-kali
mencoba, akhirnya..hup .. ia dpt menangkap seekor ikan kecil.
Ikan yang tertangkap menjerit-jerit ketakutan, si ikan kecil itu meratap
pada sang beruang, "Wahai beruang, tolong lepaskan aku." "Mengapa ? " tanya
beruang.
"Tidakkah kau lihat, aku ini terlalu kecil, bahkan bisa lolos lewat
celah-celah gigimu," rintih sang ikan. "
Lalu kenapa?" tanya beruang lagi. "Begini saja,tolong kembalikan aku ke
sungai, setelah beberapa bulan aku akan tumbuh menjadi ikan yang besar, di
saat itu kau bisa menangkapku dan memakanku utk memenuhi seleramu."
kata ikan. "Wahai ikan, kau tahu kenapa aku bisa tumbuh begitu besar?" tanya
beruang "Mengapa," ikan balas bertanya sambil menggeleng-gelengkan
kepalanya.
"Karena aku tidak pernah menyerah walau sekecil apapun keberuntungan yang
telah tergenggam di tangan !" jawab beruang sambil tersenyum mantap. "Ops !"
teriak sang ikan.
Dalam hidup, kita diberi banyak pilihan dan kesempatan. Namun jika kitatidak
mau membuka hati dan mata kita untuk melihat dan menerima kesempatan yang
Tuhan berikan maka kesempatan itu akan hilang begitu saja. Dan hal ini hanya
akan menciptakan penyesalan yang tiada guna di kemudian hari, saat kita
harus berucap :"Ohhhh... andaikan aku tidak menyia-nyiakan kesempatan itu
dulu ..!!!?. Maka bijaksanalah pada hidup, hargai setiap detil kesempatan
dalam hidup kita.
Disaat sulit, selalu ada kesempatan untuk memperbaiki keadaan;....
Disaat sedih, selalu ada kesempatan untuk meraih kembali kebahagiaan; ....
Di saat jatuh selalu ada kesempatan untuk bangkit kembali; ....

Dan dalam kondisi terburukpun selalu ada kesempatan untuk meraih kembali
yang terbaik untuk hidup kita....

Bila kita setia pada perkara yang kecil maka kita akan mendapat perkara yang
besar. Bila kita menghargai kesempatan yang kecil, maka ia akan menjadi
kesempatan yang besar.
posted by eternal at 9:55 PM 0 comments links to this post   

Tuesday, March 28, 2006
Mana Ciuman Untukku
Dulu ada seorang gadis kecil bernama Cindy. Ayah Cindy bekerja enam hari dalam seminggu, dan sering kali sudah lelah saat pulang dari kantor. Ibu Cindy bekerja sama kerasnya mengurus keluarga mereka memasak, mencuci dan mengerjakan banyak tugas rumah tangga lainnya.

Mereka keluarga baik-baik dan hidup mereka nyaman. Hanya ada satu kekurangan, tapi Cindy tidak menyadarinya.

Suatu hari, ketika berusia sembilan tahun, ia menginap dirumah temannya, Debbie, untuk pertama kalinya. Ketika waktu tidur tiba, ibu Debbie mengantar dua anak itu ketempat tidur dam memberikan ciuman selamat malam pada mereka berdua.

"Ibu sayang padamu," kata ibu Debbie.
"Aku juga sayang Ibu," gumam Debbie.

Cindy sangat heran, hingga tak bisa tidur. Tak pernah ada yang memberikan ciuman apappun padanya..

Juga tak ada yang pernah mengatakan menyayanginya. Sepanjang malam ia berbaring sambil berpikir, Mestinya memang seperti itu ..

Ketika ia pulang, orangtuanya tampak senang melihatnya.

"Kau senang di rumah Debbie?" tanya ibunya.
"Rumah ini sepi sekali tanpa kau," kata ayahnya.
Cindy tidak menjawab. Ia lari ke kamarnya. Ia benci pada orangtunya.
Kenapa mereka tak pernah menciumnya?
Kenapa mereka tak pernah memeluknya atau mengatakan menyayanginya ?
Apa mereka tidak menyayanginya?.
Ingin rasanya ia lari dari rumah, dan tinggal bersama ibu Debbie.

Mungkin ada kekeliruan, dan orangtuanya ini bukanlah orang tua kandungnya.
Mungkin ibunya yang asli adalah ibu Debbie.
Malam itu, sebelum tidur, ia mendatangi orangtunya.

"Selamat malam,"katanya.

Ayahnya,yang sedang membaca koran, menoleh.

"Selamat malam," sahut ayahnya.

Ibu Cindy meletakkan jahitannya dan tersenyum.

"Selamat malam, Cindy."

Tak ada yang bergerak. Cindy tidak tahan lagi.

"Kenapa aku tidak pernah diberi ciuman?" tanyanya.

Ibunya tampak bingung.

"Yah," katanya terbata-bata, "sebab... Ibu rasanya karena tidak ada yang pernah mencium Ibu waktu waktu Ibu masih kecil. Itu saja."

Cindy menangis sampai tertidur. Selama berhari-hari ia merasa marah. Akhirnya ia memutuskan untuk kabur. ia akan pergi kerumah Debbie dan tinggal bersama mereka. Ia tidak akan pernah kembali kepada orangtuanya yang tidak pernah menyayanginya. Ia mengemasi ranselnya dan pergi diam-diam. Tapi begitu tiba di rumah Debbie, ia tidak berani masuk. Ia merasa takkan ada yang mempercayainya. Ia takkan diizinkan tinggal bersama orangtua Debbie.

Maka ia membatalkan rencananya dan pergi. Segalanya terasa kosong dan tidak menyenangkan.

Ia takkan pernah mempunyai keluarga seperti keluarga Debbie. Ia terjebak selamanya bersama orangtua yang paling buruk dan paling tak punya rasa sayang didunia ini. Cindy tidak langsung pulang, tapi pergi ke taman dan duduk di bangku.

Ia duduk lama, sambil berpikir,hingga hari gelap. Sekonyong-konyong ia mendapat gagasan. Rencananya pasti berhasil . Ia kan membuatnya berhasil. Ketika ia masuk kerumahnya, ayahnya sedang menelpon. Sang ayah langsung menutup telepon. ibunya sedang duduk dengan ekspresi cemas. Begitu Cindy masuk, ibunya berseru," Dari mana saja kau? Kami cemas sekali!".

Cindy tidak menjawab, melainkan menghampiri ibunya dan memberikan ciuman di pipi, sambil berkata,"Aku sayang padamu,Bu."

Ibunya sangat terperanjat, hingga tak bisa bicara.

Lalu Cindy menghampiri ayahnya dan memeluknya sambil berkata, "Selamat malam, Yah. Aku sayang padamu,"

Lalu ia pergi tidur, meninggalkan kedua orangtunya yang terperangah di dapur.

Keesokan paginya, ketika turun untuk sarapan, ia memberikan ciuman lagi pada ayah dan ibunya. Di halte bus, ia berjingkat dan mengecup ibunya.

"Hai, Bu,"katanya.

"Aku sayang padamu."

Itulah yang dilakukan Cindy setiap hari selama setiap minggu dan setiap bulan. Kadang-kadang orangtuanya menarik diri darinya dengan kaku dan canggung. Kadang-kadang mereka hanya tertawa. Tapi mereka tak pernah membalas ciumannya. Namun Cindy tidak putus asa.

Ia telah membuat rencana, dan ia menjalaninya dengan konsisten. Lalu suatu malam ia lupa mencium ibunya sebelum tidur. Tak lama kemudian, pintu kamarnya terbuka dan ibunya masuk.

"Mana ciuman untukku ?" tanya ibunya, pura-pura marah.
Cindy duduk tegak.
"Oh, aku lupa," sahutnya. Lalu ia mencium ibunya.
"Aku sayang padalmu, Bu." Kemudian ia berbaring lagi.
"Selamat malam,"katanya, lalu memejamkan mata.
Tapi ibunya tidak segera keluar.
Akhirnya ibunya berkata. "Aku juga sayang padamu."
Setelah itu ibunya membungkuk dan mengecup pipi Cindy.
"Dan jangan pernah lupa menciumku lagi," katanya dengan nada dibuat tegas. Cindy tertawa.
"Baiklah,"katanya.

Dan ia memang

Monday, March 27, 2006
Tatapan Penuh Cinta...
Pernahkah anda menatap orang-orang terdekat anda saat ia sedang tidur?

Kalau belum, cobalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur.
Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang.

Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap pun bisa jadi akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia sedang tidur.
Orang paling kejam di dunia pun jika ia sudah tidur tak akan tampak wajah bengisnya.

Perhatikanlah ayah anda saat beliau sedang tidur. Sadarilah, betapa badan yang dulu kekar dan gagah itu kini semakin tua dan ringkih, betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, betapa kerut merut mulai terpahat di wajahnya. Orang inilah yang tiap hari bekerja keras untuk kesejahteraan kita, anak-anaknya. Orang inilah, rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.

Sekarang, beralihlah. Lihatlah ibu anda. Hmm...kulitnya mulai keriput dan tangan yang dulu halus membelai- belai tubuh bayi kita itu kini kasar karena tempaan hidup yang keras. Orang inilah yang tiap hari mengurus kebutuhan kita.
Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan mengomeli kita semata- mata karena rasa kasih dan sayang, dan sayangnya, itu sering kita salah artikan.

Cobalah menatap wajah orang-orang tercinta itu... Ayah, Ibu, Suami, Istri, Kakak, Adik, Anak, Sahabat, Semuanya...
Rasakanlah sensasi yang timbul sesudahnya.
Rasakanlah energi cinta yang mengalir pelan-pelan saat menatap wajah lugu yang terlelap itu.
Rasakanlah getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa banyaknya pengorbanan yang telah dilakukan orang-orang itu untuk kebahagiaan anda.

Pengorbanan yang kadang tertutupi oleh kesalah pahaman kecil yang entah kenapa selau saja nampak besar.
Secara ajaib Tuhan mengatur agar pengorbanan itu bisa tampak lagi melalui wajah-wajah jujur mereka saat sedang tidur.
Pengorbanan yang kadang melelahkan namun enggan mereka ungkapkan. Dan ekspresi wajah ketika tidur pun mengungkap segalanya.
Tanpa kata, tanpa suara dia berkata... "betapa lelahnya aku hari ini".
Dan penyebab lelah itu? Untuk siapa dia berlelah-lelah? Tak lain adalah kita.

Suami yang bekerja keras mencari nafkah, istri yang bekerja keras mengurus dan mendidik anak, juga rumah. Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah melewatkan hari-hari suka dan duka bersama kita.

Resapilah kenangan-kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah-wajah mereka. Rasakanlah betapa kebahagiaan dan keharuan seketika membuncah jika mengingat itu semua.
Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika esok hari mereka "orang-orang terkasih itu" tak lagi membuka matanya, selamanya ...

Thursday, March 23, 2006
Goresan Mobil
Tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli mobil mewah, sebuah Jaguar yang mengkilap.

Kini, sang pengusaha, sedang menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu.
Dengan kecepatan penuh, dipacunya kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar dengan penuh rasa bangga dan prestise.

Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang bermain sambil melempar sesuatu.

Namun, karena berjalan terlalu kencang, tak terlalu diperhatikannya anak-anak itu.

Tiba-tiba, dia melihat seseorang anak kecil yang melintas dari arah mobil-mobil yang di parkir di jalan. Tapi, bukan anak-anak yang tampak melintas sebelumnya.

"Buk....!" Aah..., ternyata, ada sebuah batu seukuran kepalan tangan yang menimpa Jaguar itu yang dilemparkan si anak itu.

Sisi pintu mobil itupun koyak, tergores batu yang dilontarkan seseorang.

"Cittt...." ditekannya rem mobil kuat-kuat. Dengan geram, dimundurkannya mobil itu menuju tempat arah batu itu di lemparkan.

Jaguar yang tergores, bukanlah perkara sepele.
Apalagi, kecelakaan itu dilakukan oleh orang lain, begitu pikir sang pengusaha dalam hati.

Amarahnya memuncak. Dia pun keluar mobil dengan tergesa-gesa. Di tariknya anak yang dia tahu telah melempar batu ke mobilnya, dan di pojokkannya anak itu pada sebuah mobil yang diparkir.

"Apa yang telah kau lakukan!? Lihat perbuatanmu pada mobil kesayanganku!!" Lihat goresan itu", teriaknya sambil menunjuk goresan di sisi pintu.
"Kamu tentu paham, mobil baru jaguarku ini akan butuh banyak ongkos dibengkel untuk memperbaikinya.
"Ujarnya lagi dengan kesal dan geram, tampak ingin memukul anak itu.

Si anak tampak menggigil ketakutan dan pucat, dan berusaha meminta maaf.

"Maaf Pak, Maaf. Saya benar-benar minta maaf. Sebab, saya tidak tahu lagi harus melakukan apa.
"Air mukanya tampak ngeri, dan tangannya bermohon ampun.
"Maaf Pak, aku melemparkan batu itu, karena tak ada seorang pun yang mau berhenti...."

Dengan air mata yang mulai berjatuhan di pipi dan leher, anak tadi menunjuk ke suatu arah, di dekat mobil-mobil parkir tadi.

"Itu disana ada kakakku yang lumpuh. Dia tergelincir, dan terjatuh dari kursi roda. Saya tak kuat mengangkatnya, dia terlalu berat, tapi tak seorang pun yang mau menolongku.
Badannya tak mampu kupapah, dan sekarang dia sedang kesakitan.." Kini, ia mulai terisak.

Dipandanginya pengusaha tadi. Matanya berharap pada wajah yang mulai tercenung itu.
"Maukah Bapak membantuku mengangkatnya ke kursi roda?

Tolonglah, kakakku terluka, tapi saya tak sanggup mengangkatnya."
Tak mampu berkata-kata lagi, pengusaha muda itu terdiam.
Amarahnya mulai sedikit reda setelah dia melihat seorang lelaki yang tergeletak yang sedang mengerang kesakitan.
Kerongkongannya tercekat. Ia hanya mampu menelan ludah. Segera dia berjalan menuju lelaki tersebut, di angkatnya si cacat itu menuju kursi rodanya.

Kemudian, diambilnya sapu tangan mahal miliknya, untuk mengusap luka di lutut yang memar dan tergores, seperti sisi pintu Jaguar kesayangannya.
Setelah beberapa saat, kedua anak itu pun berterima kasih, dan mengatakan bahwa mereka akan baik-baik saja.
"Terima kasih, dan semoga Tuhan akan membalas perbuatan Bapak."

Keduanya berjalan beriringan, meninggalkan pengusaha yang masih nanar menatap kepergian mereka. Matanya terus mengikuti langkah sang anak yang mendorong kursi roda itu, melintasi sisi jalan menuju rumah mereka.

Berbalik arah, pengusaha tadi berjalan sangat perlahan menuju Jaguar miliknya. Dtelusurinya pintu Jaguar barunya yang telah tergores itu oleh lemparan batu tersebut, sambil merenungkan kejadian yang baru saja di lewatinya.

Kerusakan yang dialaminya bisa jadi bukanlah hal sepele, tapi pengalaman tadi menghentakkan perasaannya.

Akhirnya ia memilih untuk tak menghapus goresan itu.

Ia memilih untuk membiarkan goresan itu, agar tetap mengingatkannya pada hikmah ini.
Ia menginginkan agar pesan itu tetap nyata terlihat: "Janganlah melaju dalam hidupmu terlalu cepat, karena, seseorang akan melemparkan batu untuk menarik perhatianmu."

Teman, sama halnya dengan kendaraan, hidup kita akan selalu berputar, dan dipacu untuk tetap berjalan.
Di setiap sisinya, hidup itu juga akan melintasi berbagai macam hal dan kenyataan.
Namun, adakah kita memacu hidup kita dengan cepat, sehingga tak pernah ada masa buat kita untuk menyelaraskannya untuk melihat sekitar?

Tuhan, akan selalu berbisik dalam jiwa, dan berkata lewat kalbu kita.
Kadang, kita memang tak punya waktu untuk mendengar, menyimak, dan menyadari setiap ujaran-Nya.
Kita kadang memang terlalu sibuk dengan bermacam urusan, memacu hidup dengan penuh nafsu, hingga terlupa pada banyak hal yang melintas.

Teman, kadang memang, ada yang akan "melemparkan batu" buat kita agar kita mau dan bisa berhenti sejenak.

Semuanya terserah pada kita. Mendengar bisikan-bisikan dan kata-kata-Nya, atau menunggu ada yang melemparkan batu-batu itu buat kita.

Tuesday, March 21, 2006
4 Alasan Untuk Sukses
Empat alasan seseorang menjadi sukses yang
akan disampaikan
berikut ini adalah versi Edward D'Bono. Beliau adalah
seseorang yang memfokuskan studinya pada bidang psikologi
kreativitas. Salah satu buku hasil karya beliau yang terkenal
adalah "Lateral Thinking".

Dalam buku tersebut, beliau bercerita tentang tak tik.
Dari hasil mencari beberapa kesamaan yang dimiliki oleh
orang-orang sukses, beliau menemukan empat alasan yang
mendorong seseorang menjadi sukses.

Pertama adalah "luck" (keberuntungan). Banyak masyarakat
yang beranggapan bahwa sukses terjadi karena kebetulan.
Menurut Edward D'Bono, memang ada orang sukses karena
mendapatkan keberuntungan. Misalnya, tiba-tiba mendapat
lotre senilai USD 1 juta (sekitar Rp 8,5 miliar) atau
menikah dengan orang yang sangat kaya. Bisa juga tiba-tiba
bisnis yang sedang digeluti mendapatkan order dalam
jumlah besar. Tiga contoh itu adalah kesuksesan karena kebetulan.

Kedua adalah "very talented" (sangat berbakat).
Seseorang menjadi sukses karena dia memang mempunyai
kapabilitas yang luar biasa di segala sisi. Salah satu
contoh konkritnya adalah Mozart. Dalam usia empat tahun
dia sudah mampu bermain piano dengan permainan yang luar
biasa bagus. Mozart ini adalah salah satu contoh orang yang
"very talented". Contoh lain adalah Richard Claiderman,
seorang pianis moderen yang juga sangat berbakat di bidangnya.
Di bidang olah raga salah satu contohnya adalah Tiger Wood,
seorang pemain golf yang very talented.

Ketiga adalah "you are on a growing business sector".
Anda sukses karena melakukan bisnis di sektor yang sedang
tumbuh pesat. Contohnya, orang-orang yang melakukan bisnis
komputer di tahun 1985-an kebanyakan relatif berhasil.
Orang yang berbisnis internet juga banyak yang
mendapatkan sukses.
Jika Anda melakukan bisnis di sektor yang sedang tumbuh,
kemungkinan untuk menjadi sukses akan lebih besar.

Keempat adalah "you are little bit mad". Anda harus
sedikit gila kalau ingin meraih sukses. Sedikit gila memang
tidak selalu menghasilkan hal negatif.

Saturday, March 18, 2006
Dua ekor kodok
Suatu hari dua ekor kodok masuk ke sebuah dapur.
Mereka loncat kesana kemari. Akhirnya kodok-kodok
enerjik ini mendarat di sebuah panci besar memuat susu segar.

Tentu saja mereka berusaha untuk keluar dari panci itu.
Namun susu itu terlalu dalam sehingga mereka tak dapat
memakai dasar panci sebagai pijakan untuk meloncat keluar.
Dinding panci terlalu licin, dan bibir panci terlalu tinggi.
Akhirnya mereka hanya berenang-renang di susu itu.

Lama kelamaan mereka lelah. Kodok yang satu merasa putus asa.
Karena kelelahan dan harapan hidupnya yang telah patah,
ia pelan-pelan tenggelam ke dasar panci. Kodok yang
satunya terus berusaha untuk menggerakkan keempat kakinya.
Ia terus berenang di permukaan susu itu.
Ia lelah tapi ia tak mau tenggelam. Ia terus ber-ikhtiar.

Ternyata apa yang ia lakukan itu tanpa sadar sama
dengan yang dilakukan seorang pembuat mentega.
Mentega akan terbentuk dan muncul di permukaan
susu segar jika susu segar terus diaduk hingga berapa
lama. Lama-kelamaan permukaan susu mengental dan
akhirnya mengeras. Kodok itu akhirnya menemukan bahwa
permukaan susu sekarang cukup keras dan kuat untuk
menjadi landasan lompat. Lalu ia meloncat ke luar panci
dengan selamat.

Sunday, February 26, 2006
Belajar dari Afrika Selatan
"Experience without theory is blind, but theory without experience is mere intellectual play. – Pengalaman tanpa teori itu buta, tetapi sebuah teori tanpa pengalaman hanyalah merupakan drama intelektual."
– Immanuel Kant –

Selama 10 hari mengunjungi Afrika Selatan, saya mendapatkan petualangan wisata yang sangat mengesankan. Sejak awal tatkala menyusuri tempat-tempat wisata di negri itu, saya sudah terkagum- kagum akan kerapian sarana dan infrastruktur kota-kotanya. Cape Town dan Sun City misalnya, merupakan contoh tempat wisata disana yang
dilengkapi fasilitas berkelas internasional. Tidak heran jika Afrika Selatan dikatakan sebagai negara paling maju diantara 30 negara- negara bekas jajahan Perancis dan Inggris di benua Afrika.

Kemerdekaan dan kemajuan di negri Afrika Selatan saya kira tidak lepas dari peran Nelson Rolihlahla Mandela, seorang pemimpin moral dan politik. Dialah pria yang membaktikan hidupnya membela rakyat tertindas akibat hukum rasialis, meskipun untuk itu ia dipenjarakan lebih dari 25 tahun. Mandela merupakan referensi sebagai seorang pejuang kemerdekaan hak asasi manusia dan persamaan ras.

Semangat Mandela merupakan ciri khas seorang pemimpin politik yang paling mengesankan dan inspiratif di dunia. Ia pernah mengatakan, "This age will die not as a result of some evil, but from a lack of passion. – Sebuah kejayaan akan mudah hancur bukan disebabkan oleh tindak negatif pihak lain. Kehancuran itu lebih disebabkan oleh kurangnya semangat." Semangat juang Mandela mampu mengkoyak tirani negara asing dan mengantarkan Afrika Selatan
mencapai kemerdekaan.

Ironisnya, di tengah kemerdekaan dan kemajuan di Afrika Selatan, ternyata masih banyak bangsa kulit hitam yang hidup miskin atau terjajah secara ekonomi. Mengapa mereka tidak mampu bercermin dari semangat seorang Nelson Rolihlahla Mandela untuk memperbaiki keadaan mereka? Padahal sebagai bangsa yang merdeka, tentu setiap warga negara mempunyai kesempatan yang sama untuk memperbaiki kondisi perekonomian dan berpacu dalam prestasi.

Berawal dari sanalah saya berpikir mungkin semangat untuk merubah keadaan belum sepenuhnya mereka miliki. Karena semangat merupakan modal utama mendapatkan kemajuan dan kesuksesan dalam bisnis dan kehidupan. Sebagaimana Benjamin Disreali mengatakan, "Man is only truly great when he acts from his passions. – Manusia akan mampu
mencapai kejayaan jika ia bekerja dengan penuh semangat."

Tanggung jawab pekerjaan dilakukan dengan semangat yang tinggi maka akan terasa menyenangkan. Pekerjaan yang dilakukan dengan senang hati maka hasilnyapun akan memuaskan. Menurut Billy Mills, "Every passion has its destiny. – Setiap semangat mengandung keberuntungan." Oleh sebab itu kita harus memperhatikan tiga faktor penting yang dapat menjamin semangat kita tetap tinggi hingga mencapai kemajuan dan kesuksesan.

Faktor pertama adalah menciptakan tujuan yang spesifik. Tentu kita akan jauh lebih bersemangat jika menjalankan sesuatu yang menjanjikan hasil memuaskan. Bahkan kita akan rela menempuh pekerjaan yang sulit sekalipun jika tujuannya jelas dan pasti menghasilkan. Brian Tracy
mengatakan, "Goals allow you to control the direction of change in your favor. – Tujuan membuatmu mampu mengontrol arah perubahan, dan menjalankannya sebagai sesuatu yang menyenangkan."

Sebagai contoh adalah pengalaman kami sewaktu bersafari wisata melihat-lihat suaka margasatwa Pilanesberg di Afrika Selatan. Ada sebuah mitos bahwa kami akan mendapatkan keberuntungan jika berhasil bertemu dengan 5 jenis binatang (The Big 5)di taman hutan itu. Kami aktif dan bersemangat menyusuri hutan meskipun dengan mobil bak terbuka. Tetapi sebenarnya hal itu bukan disebabkan kami percaya akan
mitos tersebut. Semangat kami terdorong keinginan yang besar untuk mendapatkan pengalaman petualangan wisata di hutan bebas dan terbuka seperti di Afrika Selatan yang benar-benar alami dan mengesankan.

Hal kedua yang meningkatkan semangat kita agar berhasil mencapai kemajuan adalah kemauan untuk terus mengembangkan diri. Mengembangkan diri dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun, misalnya dengan membaca
buku, mendengarkan kaset, mengikuti seminar, dan bergaul dengan orang- orang yang sukses. Charlie Tremendous Jones mengatakan, "You will be in five years the sum total of the books you read and the people you are around. – Apa yang menentukan dirimu 5 tahun yang akan datang merupakan cermin dari buku apa saja yang sudah telah kau baca dan
dengan siapa saja kau bergaul."

Nelson Mandela adalah sosok yang berpendidikan cukup tinggi. Pengetahuannya tentang hukum dan politik juga sangat luas. Tetapi ia terus bersemangat mengembangkan diri. Di pulau Robben, dimana Mandela pernah dipenjarakan, ia merupakan pusat menimba ilmu pengetahuan bagi
narapidana politik lainnya. Bahkan mereka menganggap Mandela sebagai sumber kekuatan dan semangat.

Seandainya saja bangsa kulit hitam yang miskin di Afrika Selatan itu mau mengembangkan diri seperti yang dilakukan oleh Nelson Mandela, mungkin tidak akan ada kehidupan yang sulit bagi mereka saat ini. Karena kemampuan yang lebih baik akan membantu kita mencapai prestasi baru, dan hal itu akan membuat kita lebih termotivasi untuk mencapai kemajuan berikutnya. Jika kita mempunyai kemauan untuk terus mengembangkan diri, itu artinya kita akan selalu bersemangat dan tidak dapat berhenti mencapai kemajuan.

Faktor yang tidak kalah penting guna meningkatkan semangat dan mencapai kemajuan adalah membuat anggaran keuangan dengan baik. Berapapun penghasilan kita tidak akan berdampak positif jika tidak diikuti dengan perencanaan dan penggunaan uang dengan bijaksana.
Sedikitnya sisihkan penghasilan tiap bulan untuk ditabung,
berinvestasi dan bersedekah masing-masing 10%. Dengan cara demikian suatu ketika kita akan dapat merasakan kemajuan kondisi keuangan sekaligus mampu mengembangkan peluang usaha dengan baik.

Semua orang mempunyai potensi yang sama besar untuk melaksanakan ketiga faktor penting tersebut. Saya kira hanya upaya dan semangat dalam diri kitalah yang paling menentukan apakah selamanya kita akan hidup menderita dan terjajah atau tidak? Belajarlah dari kemajuan maupun kesenjangan hidup masyarakat yang ada Afrika Selatan atau
dimanapun.*
Sumber: Belajar dari Afrika Selatan oleh Andrew Ho.

Saturday, February 25, 2006
LOW TRUST SOCIETY
Oleh: Rhenald Kasali

Saya baru saja memeriksa ujian mahasiswa saya. Ketika akan menyerahkan nilai akhir Mereka, saya terpaksa menoleh kepada berita acara ujian yang mencantumkan nama beserta tanda tangan mereka masing-masing. Astaga. Tak Ada satu pun nama yang dapat saya kenali dari tanda tangannya. Hal ini mengingatkan saya pada peristiwa unik yang saya alami hampir tujuh tahun silam ketika baru saja memulai program doktoral saya di Amerika Serikat.
Baru tiba beberapa hari, adviser saya menyuruh saya membuka bank account di bank mana saja di kota itu. Saya pun menurutinya. Maklum, tanpa punya buku cek, hidup di Amerika akan terasa sulit. Hampir semua transaksi
dilakukan melalui pos. Bayar listrik, telepon, air,tagihan kartu
kredit, beli buku, bayar pajak, kena tiket lalu lintas (tilang), sampai bayar uang sekolah. Semuanya menggunakan cek. Tanpa cek, hidup di Amerika kok rasanya susah sekali.
Setelah punya bank account dan mulai berbelanja dengan menggunakan cek, ternyata saya pun mengalami kesulitan. Pasalnya, petugas bank memanggil saya karena mengalami kesulitan membaca tanda tangan saya. Saya mencoba
menjelaskannya bahwa itu benar tanda tangan milik saya, dan saya melakukannya kembali di depan petugas itu. Petugas tetap menolak dan mengatakan itu bukan tanda tangan. Kalau bukan tanda tangan lantas apa?
"Itu urek-urek!"ujarnya sambil tersenyum. Sejak itu saya pun mulai berlatih membuat tanda tangan baru, yaitu tanda tangan yang namanya mudah teridentifikasi. Maka, sejak saat itu saya mulai terbiasa memiliki dua jenis tanda tangan. Saya menyebutnya satu tanda tangan lokal (yang dikatakan urek-urek tadi) dan satu lagi tanda tangan Amerika. Kalau
Anda pernah hadir dalam seminar saya dan meminta saya menandatangani buku saya yang Anda baru beli, Anda pasti ingat bahwa saya selalu mengatakan itu adalah tanda tangan Amerika: mudah dibaca dan diidentifikasi. Ada juga pembaca yang minta dua-duanya, dan ada kalanya saya pun meluluskannya. Tanda tangan lokal itu biasanya hanya saya gunakan untuk urusan bank Dan menandatangani transkrip nilai mahasiswa. Dalam salah satu seminar saya pernah meminta agar para peserta menggoreskan tanda tangannya di atas kertas dan meminta rekan di sebelahnya yang baru dikenalnya mengenali nama mereka. Ternyata tak banyak di antara mereka yang dapat mengenali nama orang dari tanda tangannya. Ketika ditanya mengapa mereka membuat tanda
tangan seruwet itu, semuanya menjawab bak koor: "Biar tidak mudah ditiru orang lain." Mengapa kita semua melakukan hal yang sama? Mudah ditebak jawabnya.

Sejak kecil Kita telah diajari orang-orang tua dan guru-guru Kita agar tidak mudah percaya pada orang lain. "Buatlah tanda tangan yang tidak mudah ditiru agar jangan sampai dipalsukan orang lain." Kita menurutinya, dan tanpa kita sadari roh-roh ketidakpercayaan ini sudah melekat dalam pikiran kita. "Trust," kata Francis Fukuyama, adalah "the social virtues and the creation of prosperity." Rasa percaya adalah suatu ikatan sosial yang penting untuk menciptakankemakmuran. Kalau tidak ada rasa percaya, mestinya tidak ada bisnis. Bagaimana mungkin kita berbinsis dengan orang yang tidak Kita percaya?Rasa percaya itu
pula yang akan menentukan bangunan organisasi perusahaan saudara. Makin rendah rasa percaya kita terhadap orang lain, makin banyak pula kita melibatkan sanak saudara kita, teman sealmamater, sesuku dan sebagainya terlibat dalam bisnis kita. Kita makin menutup pintu bagi orang lain. Dan akibatnya potensi kita untuk menjadi besar akan terhambat.

Pengalaman lainnya yang saya dapatkan di Amerika barangkali dapat menjelaskan betapa berbedanya tingkat rasa percaya. Menjelang pulang ke tanah air, setelah menyelesaikan program studi, saya pun melakukan
moving sale melego barang-barang yang nilai bukunya masih cukup tinggi. Misalnya saja Ada sebuah dish washer (mesin pencuci piring) elektrik yang usianya baru tiga tahun Dan nilainya masih cukup tinggi namun harus dilepas dengan harga yang sangat murah. Pembelinya tentu saja masyarakat komunitas tempat tinggal kami, yang umumnya adalah keluarga muda atau para mahasiswa asing yang dari mancanegara. Kalau calon pembelinya datang dari negara-negara seperti Rusia, Yugoslavia, Ceko, Turki, Portugal, Brazil, Irak, Pakistan, India, atau negara-negara Afrika, biasanya transaksi berjalan tersendat-sendat. Mereka umumnya tidak percaya terhadap kualitas mesin (apakah masih tetap baik) dan harga yang ditawarkan. Mereka mengutak-atik mesin, menghabiskan waktu berjam-jam, mengajukan pertanyaan, lalu menawar di bawah separo dari harga yang ditawarkan. Prosesnya sama seperti Anda menawar harga sepasang sepatu di pasar Senen atau pasar lainnya di Indonesia. Dan akhirnya pun dapat diterka: tidak ada transaksi. Hal yang berbeda dialami kalau pembelinya berasal dari negara-negara yang barangkali dapat kita sebut sebagai high trust society, seperti Amerika, Inggris, Finlandia, bahkan Jepang yang rata-rata sudah lebih makmur hidupnya. Mereka cuma bertanya tiga hal: mengapa dijual, apakah ada kerusakan, dan berapa harganya. Kalau mereka
suka, mereka tidak menawar, langsung angkat. Dalam kepala mereka, kalau barang ini rusak maka mereka akan kembalikan segera. Mereka percaya bahwa orang lain dapat dipercaya, dan kalau mereka menipu mereka akan ditangkap polisi, diadili, dan dijatuhi hukuman.

Pembaca, apakah implikasi melakukan kegiatan bisnis di sebuah low trust society? Mudah-mudahan Saudara sudah dapat menangkapnya: jangan langsung melakukan transaksi. Selalu mulailah dengan membangun rasa percaya dari
lawan-lawan bisnis Anda. Jangan sesekali melakukan penawaran kalau lawan bisnis Anda di sini belum mengenal betul Anda. Kalau ada jalan pintas yang dapat ditawarkan, barangkali cuma satu ini: carilah jembatan melalui orang-orang yang sudah dikenal dan dipercaya oleh lawan bisnis
Anda. Tanpa itu, Anda cuma melakukan upaya sia-sia. Saya merindukan, kelak anak-anak kita akan membuat tanda tangan yang namanya dapat dibaca oleh orang lain.
--------------
setelah membaca artikel ini, saya juga baru nyadar,
kita sangat sulit percaya pada orang lain?
jika ada rasa saling percaya, tidak perlu ada
perpecahan, tidak perlu ada baku hantam, bahkan tidak
perlu ada perang dan peluru yang terhamburkan...
satu hal yang saya garis bawahi dari artikel ini,
apa bener, masyarakat dari negara yang makmur itu juga
masayrakat yang high trust society???
masih banyak masyarakat indonesia yang hidup di
pedesaan ( malah yang terpencil, makannya cuma ketela)
tetapi sangat ramah dan tidak memiliki rasa curiga,
malah bisa langsung percaya pada orang asing, makanya
juga mereka (maaf) gampang banget dibodohi... atau
emang karena (maaf) mereka bodoh ya?? :-P
jadi inget iklan layanan sosial di televisi yang
berbunyi kalo ga salah "Perdagangan perempuan berawal
dari tipu daya"....

Tuesday, December 06, 2005
Tidak harus berwujud bunga
Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di perasaan saya, ketika saya bersandar di bahunya yang bidang. Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan,saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan. Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus.
Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen.Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan.Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang.Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.
Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian."Mengapa?", tanya suami saya dengan terkejut."Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan," jawab saya.Suami saya terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya,tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?
Dan akhirnya suami saya bertanya, "Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiran kamu?"Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan,"Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam perasaan saya, saya akan merubah pikiran saya : Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung. Kita berdua tahu jika kamu memanjatgunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan memetik bunga itu untuk saya?"Dia termenung dan akhirnya berkata,"Saya akan memberikan jawabannya besok."Perasaan saya langsung gundah mendengar responnya. Keesokan paginya, diatidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-oretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan ..."Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya."
Kalimat pertama ini menghancurkan perasaan saya.Saya melanjutkan untuk membacanya. "Kamu selalu pegal-pegal pada waktu 'teman baik kamu' datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kaki kamu yang pegal.""Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi 'aneh'. Saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghibur kamu di rumah atau meminjamkan lidah saya untuk menceritakan hal-hal lucu yang saya alami."Kamu selalu terlalu dekat menonton televisi, terlalu dekat membaca buku, dan itu tidak baik untuk kesehatan mata kamu. Saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti,saya masih dapat menolong mengguntingkan kuku kamu dan mencabuti uban kamu."
"Tangan saya akan memegang tangan kamu, membimbing kamu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajah kamu.""Tetapi Sayang, saya tidak akan mengambil bunga indah yang ada di tebing gunung itu hanya untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air mata kamu mengalir menangisi kematian saya.""Sayang, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintai kamu lebih dari saya mencintai kamu.
Untuk itu Sayang, jika semua yang telah diberikan tangan saya, kaki saya, mata saya tidak cukup buat kamu, saya tidak bisa menahan kamu untuk mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakan kamu."Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur,tetapi saya tetap berusaha untuk terus membacanya."Dan sekarang, Sayang, kamu telah selesai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkan saya untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri di sana menunggu jawaban kamu."
"Jika kamu tidak puas dengan jawaban saya ini, Sayang, biarkan saya masuk untuk membereskan barang-barang saya, dan saya tidak akan mempersulit hidup kamu. Percayalah,bahagia saya adalah bila kamu bahagia."Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaan saya. Oh, kini saya tahu,tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintai saya.Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari perasaan kita, karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukanmengharapkan wujud tertentu. Karena cinta tidak selalu harus berwujud "bunga".
posted by eternal at 9:30 AM   
2 Comments:
abadi said...
Hiks.. hiks.. gw bacanya nangis :D
3:32 PM  
Anonymous said...
Emang sih...katanya "Man are from Mars, Woman are from Venus". Perempuan dan laki-laki punya cara dan bahasa yang berbeda dalam banyak hal,termasuk CINTA...
Tanyakan pada perempuan apa arti cinta, mereka akan menjawab cinta adalah makan malam romantis,kejutan manis,bunga dan lilin. Tapi tanyakan pada pria apa arti cinta, mereka akan bilang...kerja dan menafkahi anak dan istri. Karena menurut mereka cinta adalah tanggung jawab. Trus...dimana titik temunya?
Simpulnya adalah KOMUNIKASI dan IMAN. Mencintai karena Allah membuat kita memandang kekurangan pasangan sebagai ladang amal yang harus diperbaiki dan dilengkapi.

Wednesday, November 30, 2005
SOICHIRO HONDA : "Lihat Kegagalan Saya"
Cobalah amati kendaraan yang melintasi jalan raya. Pasti, mata Anda selalu terbentur pada Honda, baik berupa mobil maupun motor. Merk kendaran ini menyesaki padatnya lalu lintas, sehingga layak dijuluki "raja jalanan".

Namun, pernahkah Anda tahu, sang pendiri "kerajaan" Honda - Soichiro Honda - diliputi kegagalan. Ia juga tidak menyandang gelar insinyur, lebih-lebih Profesor seperti halnya B.J. Habibie, mantan Presiden RI. Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru. "Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia saya disekitar mesin, motor dan sepeda," tutur tokoh ini, yang meninggal pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo, akibat mengindap lever.

Saat merintis bisnisnya Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan. Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari kuliah. Namun ia trus bermimpi dan bermimpi...

Kecintaannya kepada mesin, mungkin 'warisan' dari ayahnya yang membuka bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang Tengah, tempat kelahiran Soichiro Honda. Di bengkel, ayahnya memberi cathut (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering bermain di tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya.
Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906, ini dapat berdiam diri berjam-jam. Di usia 8 tahun, ia mengayuh sepeda sejauh 10 mil, hanya ingin menyaksikan pesawat terbang.
Ternyata, minatnya pada mesin, tidak sia-sia. Ketika usianya 12 tahun, Honda berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki. Tapi, benaknya tidak bermimpi menjadi usahawan otomotif. Ia sadar berasal dari keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak tampan, sehingga membuatnya rendah diri.

Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke Jepang, bekerja Hart Shokai Company. Bosnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya. Honda teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang mencurigakan, setiap oli yang bocor, tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun bekerja disitu, menambah wawasannya tentang permesinan. Akhirnya, pada usia 21 tahun, bosnya mengusulkan membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran ini tidak ditampiknya.

Di Hamamatsu prestasi kerjanya tetap membaik. Ia selalu menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat memperbaiki mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu, jam kerjanya larut malam, dan terkadang sampai subuh. Otak jeniusnya tetap kreatif. Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik meredam goncangan. Ia punya gagasan untuk menggantikan ruji-ruji itu dengan logam. Hasilnya luarbiasa. Ruji-ruji logamnya laku keras, dan diekspor ke seluruh dunia. Di usia 30, Honda menandatangani patennya yang pertama.

Setelah menciptakan ruji, Honda ingin melepaskan diri dari bosnya, membuat usaha bengkel sendiri. Ia mulai berpikir, spesialis apa yang dipilih? Otaknya tertuju kepada pembuatan Ring Pinston, yang dihasilkan oleh bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Sayang, karyanya itu ditolak oleh Toyota, karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring buatannya tidak lentur, dan tidak laku dijual. Ia ingat reaksi teman-temannya terhadap kegagalan itu. Mereka menyesalkan dirinya keluar dari bengkel.

Kuliah

Karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya. Tapi, soal Ring Pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin. Siang hari, setelah pulang kuliah - pagi hari, ia langsung ke bengkel, mempraktekan pengetahuan yang baru diperoleh. Setelah dua tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang mengikuti kuliah.

"Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan, melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum makanan dan pengaruhnya," ujar Honda, yang gandrung balap mobil. Kepada Rektornya, ia jelaskan maksudnya kuliah bukan mencari ijasah. Melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap penghinaan.

Berkat kerja kerasnya, desain Ring Pinston-nya diterima. Pihak Toyota memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan pabrik. Eh malangnya, niatan itu kandas. Jepang, karena siap perang, tidak memberikan dana. Ia pun tidak kehabisan akal mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik. Lagi-lagi musibah datang. Setelah perang meletus, pabriknya terbakar dua kali.

Namun, Honda tidak patah semangat. Ia bergegas mengumpulkan karyawannya. Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh kapal Amerika Serikat, digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik. Tanpa diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga diputuskan menjual pabrik Ring Pinstonnya ke Toyota. Setelah itu, Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal.

Akhirnya, tahun 1947,setelah perang Jepang kekurangan bensin. Di sini kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda tidak dapatmenjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda. Siapa sangka, "sepeda motor" - cikal bakal lahirnya mobil Honda - itu diminati oleh para tetangga. Mereka berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok. Disinilah, Honda kembali mendirikan pabrik motor. Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda berikut mobinya, menjadi "raja" jalanan dunia, termasuk Indonesia.

Soichiro Honda mengatakan, janganlah melihat keberhasilan dalam menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya. "Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka tidak melihat 99% kegagalan saya", tuturnya. Ia memberikan petuah ketika Anda mengalami kegagalan, yaitu mulailah bermimpi, mimpikanlah mimpi baru dan berusahalah untuk merubah mimpi itu menjadi kenyataan.

Kisah Honda ini, adalah contoh bahwa Suskes itu bisa diraih seseorangdengan modal seadanya, tidak pintar di sekolah, ataupun berasal dari keluarga miskin. Jadi buat apa kita putus asa bersusah hati merenungi nasib dan kegagalan. Tetaplah tegar dan teruslah berusaha, lihatlah Honda sang “Raja” jalanan.

Kami keluarga besar motor Honda percaya tahun 2005 adalah tahun milk Anda. Teruslah berkarya dan berusaha . Kami turut berdoa, semoga tahun 2005 adalah tahun keberhasilan bagi Anda dan kita semua. Amiiin…

5 Resep keberhasilan Honda :

1. Selalulah berambisi dan berjiwa muda.

2. Hargailah teori yang sehat, temukan gagasan baru, khususkan waktu memperbaiki produksi.

3. Senangilah pekerjaan Anda dan usahakan buat kondisi kerja Anda senyaman mungkin.

4. Carilah irama kerja yang lancar dan harmonis.

5. Selalu ingat pentingnya penelitian dan kerja sama.

Tuesday, November 29, 2005
Tips Memulai Hari dengan Cerah
Hari yang cerah bukan ditandai dengan matahari yang bersinar terang atau udara yang sejuk, melainkan dari hati dan pikiran yang segar. Kecerahan suatu hari dimulai dari diri anda sendiri. Kita tahu bahwa sesuatu yang dimulai dengan baik merupakan separuh dari pencapaian tujuan.

Karena itu, memulai aktivitas hari ini dengan kecerahan suasana adalah modal besar untuk menyelesaikan hari dengan baik pula. Bagaimana memulai hari dengan cerah sangat dipengaruhi oleh pola hidup kita.
Berikut beberapa tips ringan agar kita bisa memulai hari dengan cerah:

1. Mulailah dari malam hari.
Kita tak bisa berharap bangun dengan segar jika di malam harinya tak cukup tidur nyenyak. Hari esok yang cerah dimulai dari malam ini. Bila anda masih mempunyai masalah, yakinlah masih ada waktu esok untuk
menyelesaikannya lebih baik lagi. Malam ini, beristirahatlah
sebaik-baiknya.

2. Bangun pagi lebih pagi.
Bangunlah lebih pagi daripada terbitnya matahari. Jumpai keheningan dan kesunyian. Pagi buta adalah saat yang tepat untuk menemukan sisi damai dalam diri anda.

3. Damaikan pikiran dan tentramkan jiwa
Jangan terburu melakukan aktivitas. Resapi saja suasana pagi yang damai ini. Berdoa,sampaikan syukur atas hidup yang masih diberikan pada kita dan bersaat teduh.
4. Segarkan tubuh.
Minum air. Hirup aroma teh atau kopi yang menyegarkan. Berjalan-jalanlah keluar. Pompa udara banyak-banyak ke dalam paru-paru. Lakukan olahraga ringan, Mandi dengan air segar. Bersihkan tubuh baik-baik. Tetaplah mengingat janji anda tadi pagi untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi
semesta hari ini.

5. Dapatkan sarapan secukupnya.
Isi perut anda secukupnya. Sarapan yang baik adalah modal untuk kebugaran tubuh anda sepanjang hari. Jangan asal kenyang, namun cukupkan kebutuhan energi dan gizi.

6. Sapalah orang-orang yang anda jumpai.
Terbarkan senyum. Tak peduli apakah matahari bersinar cerah atau mendung menggayut, sapalah orang-orang yang anda jumpai. Tanyakan kabar mereka, maka jangan terkejut jika mereka pun akan membalas senyum anda.

7. Jangan mengeluh
Apa pun yang terjadi, entah itu hari hujan, jalanan macet, kereta datang terlambat, kendaraan mogok, atau apa pun yang terjadi, terimalah semua itu apa adanya. In everything, give thanks.

Sunday, November 27, 2005
BOLA MASUK KE KANTONG KERTAS
Seorang pemain profesional bertanding dalam sebuah turnamen golf.
Ia baru saja membuat pukulan yang bagus sekali yang jatuh di dekat lapangan hijau.

Ketika ia berjalan di fairway, ia mendapati bolanya masuk ke
dalam sebuah kantong kertas pembungkus makanan yang mungkin dibuang sembarangan oleh salah seorang penonton. Bagaimana ia bisa memukul bola itu dengan baik?

Sesuai dengan peraturan turnamen, jika ia mengeluarkan bola dari kantong  kertas itu, ia terkena pukulan hukuman. Tetapi kalau ia memukul bola bersama-sama dengan kantong kertas itu, ia tidak akan bisa memukul dengan baik. Salah-salah, ia mendapatkan skor yang lebih buruk lagi.

Apa yang harus dilakukannya?
Banyak pemain mengalami hal serupa. Hampir seluruhnya memilih untuk mengeluarkan bola dari kantong kertas itu dan menerima hukuman.
Setelah itu mereka bekerja keras sampai ke akhir turnamen untuk menutup hukuman tadi.

Hanya sedikit, bahkan mungkin hampir tidak ada, pemain yang memukul bola bersama kantong kertas itu. Resikonya terlalu besar. Namun, pemain profesional kita kali ini tidak memilih satu di antara dua kemungkinan itu.

Tiba-tiba ia merogoh sesuatu dari saku celananya dan mengeluarkan sekotak korek api. Lalu ia menyalakan satu batangkorek api dan membakar kantong kertas itu. Ketika kantong kertas itu habis terbakar, ia memilih tongkat yang tepat, membidik sejenak, mengayunkan tongkat, wus, bola terpukul dan jatuh persis ke dalam lobang di lapangan hijau. Bravo! Dia tidak terkena hukuman dan tetap bisa mempertahankan posisinya. Smiley...!

Ada orang yang menganggap kesulitan sebagai hukuman, dan
memilih untuk menerima hukuman itu.

Ada yang mengambil resiko untuk melakukan kesalahan bersama kesulitan itu.

Namun, sedikit sekali yang bisa berpikir kreatif untuk
menghilangkan kesulitan itu dan menggapai kemenangan...

Sunday, November 27, 2005
Membangun Motivasi Dalam Diri
Cita-cita atau tujuan hidup ini hanya bisa diraih jika anda
memiliki motivasi yang kuat dalam diri anda. Tanpa motivasi apapun, sulit sekali anda menggapai apa yang anda cita-citakan. Tapi tak dapat dipungkiri, memang cukup sulit membangun motivasi di dalam diri sendiri. Bahkan mungkin anda nggak tahu pasti bagaimana cara membangun motivasi di dalam diri sendiri.
Padahal sesungguhnya banyak hal yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan motivasi tersebut. Caranya...? coba simak kiat berikut ini:

Ciptakan sensasi
Ciptakan sesuatu yang dapat "membangunkan" dan membangkitkan gairah anda saat pagi menjelang. Misalnya, anda berpikir esok hari harus mendapatkan keuntungan 1 milyar rupiah. Walau kedengarannya mustahil, tapi sensasi ini kadang memacu semangat anda untuk berkarya lebih baik lagi melebihi apa yang sudah anda lakukan kemarin.

Kembangkan terus tujuan anda
Jangan pernah terpaku pada satu tujuan yang sederhana. Tujuan hidup yang terlalu sederhana membuat anda tidak memiliki kekuatan lebih.
Padahal untuk meraih sesuatu anda memerlukan tantangan yang lebih besar, untuk mengerahkan kekuatan anda yang sebenarnya. Tujuan hidup yang besar akan membangkitkan motivasi dan kekuatan tersendiri dalam hidup anda.

Tetapkan saat kematian
Anda perlu memikirkan saat kematian meskipun gejala ke arah itu tidak dapat diprediksikan. Membayangkan saat-saat terakhir dalam hidup ini sesungguhnya merupakan saat-saat yang sangat sensasional.
Anda dapat membayangkan 'flash back' dalam kehidupan anda. Sejak anda menjalani masa kanak-kanak, remaja, hingga tampil sebagai pribadi yang dewasa dan mandiri. Jika anda membayangkan 'ajal' anda sudah dekat, akan memotivasi anda untuk berbuat lebih banyak lagi selama hidup anda.

Tinggalkan teman yang tidak perlu
Jangan ragu untuk meninggalkan teman-teman yang tidak dapat mendorong anda mencapai tujuan. Sebab, siapapun teman anda, seharusnya mampu membawa anda pada perubahan yang lebih baik.
Ketahuilah bergaul dengan orang-orang yang optimis akan membuat anda berpikir optimis pula. Bersama mereka hidup ini terasa lebih menyenangkan dan penuh motivasi.

Hampiri bayangan ketakutan
Saat anda dibayang-bayangi kecemasan dan ketakutan, jangan melarikan diri dari bayangan tersebut. Misalnya selama ini anda takut akan menghadapi masa depan yang buruk. Datang dan nikmati rasa takut anda dengan mencoba mengatasinya. Saat anda berhasil mengatasi rasa takut, saat itu anda telah berhasil meningkatkan keyakinan diri bahwa anda mampu mencapai hidup yang lebih baik.

Ucapkan "selamat datang" pada setiap masalah
Jalan untuk mencapai tujuan tidak selamanya semulus jalan tol. Suatu saat anda akan menghadapi jalan terjal, menanjak dan penuh bebatuan.
Jangan memutar arah untuk mengambil jalan pintas. Hadapi terus jalan tersebut dan pikirkan cara terbaik untuk bisa melewatinya. Jika anda memandang masalah sebagai sesuatu yang mengerikan, anda akan semakin sulit termotivasi. Sebaliknya bila anda selalu siap menghadapi setiap masalah, anda seakan memiliki energi dan semangat berlebih
untuk mencapai tujuan anda.

Mulailah dengan rasa senang
Jangan pernah merasa terbebani dengan tujuan hidup anda. Coba nikmati hidup dan jalan yang anda tempuh. Jika sejak awal anda sudah merasa 'tidak suka' rasanya motivasi hidup tidak akan pernah anda miliki.

Berlatih dengan keras
Tidak bisa tidak, anda harus berlatih terus bila ingin mendapatkan hasil terbaik. Pada dasarnya tidak ada yang tidak dapat anda raih jika anda terus berusaha keras. Semakin giat berlatih semakin mudah pula mengatasi setiap kesulitan.

Kesimpulannya, motivasi adalah 'sesuatu' yang dapat menumbuhkan semangat anda dalam rangka mencapai tujuan. Dengan motivasi yang kuat di dalam diri sendiri, anda akan memiliki apresiasi dan penghargaan yang tinggi terhadap diri dan hidup ini. Sehingga anda pun nggak ragu lagi melangkah mencapai tujuan dan cita-cita hidup
anda..!

Sunday, November 27, 2005
Ketika ALLAH Berkata Tidak
Assalamu'alaikum wr. wb.

Ini ada kumpulan kata-kata yang bermakna ..... semoga bermanfaat ....

KETIKA ALLAH BERKATA TIDAK

Ketika manusia berdo'a,
"Ya Allah ambillah kesombonganku dariku."
Allah berkata,
"Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya."

Ketika manusia berdo'a,
"Ya Allah sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat."
Allah berkata,
"Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara."

Ketika manusia berdo'a,
"Ya Allah beri aku kesabaran."
Allah berkata,
"Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan tidakdiberikan, kau harus meraihnya sendiri."

Ketika manusia berdo'a,
"Ya Allah beri aku kebahagiaan."
Allah berkata,
"Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri untuk menghargai keberkahan itu."


Ketika manusia berdo'a,
"Ya Allah jauhkan aku dari kesusahan."
Allah berkata,
"Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada Ku."

Ketika manusia berdo'a,
"Ya Allah beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat."
Allah berkata,
"Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal."

Ketika manusia berdo'a,
"Ya Allah bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cintaMu padaku.
Allah berkata...
"Akhirnya kau mengerti ...!"

Kadang kala kita berpikir bahwa Allah tidak adil, kita telah susah payah memanjatkan doa, meminta dan berusaha, pagi-siang-malam, tapi tak ada hasilnya.
Kita mengharapkan diberi pekerjaan, puluhan-bahkan ratusan lamaran telah kita kirimkan tak ada jawaban sama sekali
orang lain dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan.
Kita sudah bekerja keras dalam pekerjaan mengharapkan jabatan, tapi justru orang lain yang mendapatkannya-tanpa susah payah.
Kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai, berakhir dengan penolakkan dan kegagalan, orang lain dengan mudah berganti pasangan.
Kita menginginkan harta yang berkecukupan, namun kebutuhanlah yang terus meningkat.

Coba kita bayangkan diri kita seperti anak kecil yang sedang demam dan pilek, lalu kita melihat tukang es.
Kita yang sedang panas badannya merasa haus dan merasa dengan minum es dapat mengobati rasa demam (maklum anak kecil).
Lalu kita meminta pada orang tua kita (seperti kita berdoa memohon pada Allah) dan merengek agar dibelikan es. Orangtua kita tentu lebih tahu kalau es dapat memperparah penyakit kita. Tentu dengan segala dalih kita tidak dibelikan es. Orangtua kita tentu ingin kita sembuh dulu baru boleh minum es yang lezat itu.

Begitu pula dengan Allah, segala yang kita minta Allah tahu apa yang paling baik bagi kita.
Mungkin tidak sekarang, atau tidak di dunia ini Allah mengabulkannya.
Karena Allah tahu yang terbaik yang kita tidak tahu.

Kita sembuhkan dulu diri kita sendiri dari "pilek" dan "demam".... dan terus berdoa.



Semoga Bermanfaat

Wassalamu'alaikum..wr..wb

Sunday, November 27, 2005
Mengingat Kematian
Seorang lelaki sedang tiduran di bawah pohon apel. Tiba-tiba salah satu dari buah apel gugur dan menimpa salah satu bagian badannya. Laki-laki itu lantas berpikir. Kenapa barang ini jatuh ke bawah? Bagi orang biasa, jatuh ke bawah adalah hal biasa, sebab yang namanya jatuh, sudah pasti ke bawah. Tidak perlu pemikiran yang lebih sulit lagi. Tapi bagi laki-laki berotak cerdas ini menjadi hal yang luar biasa. Dan dari gerilya pemikiran laki-laki inilah lahir teori gravitasi bumi yang mashur itu. Dan laki-laki itu bernama Newton, fisikawan Eropa.
Tiba-tiba, suatu hari saya mengingat laki-laki itu. Sebab ketika saya sedang santai di bawah pohon mangga, setelah letih bekerja, tiba-tiba salah satu buah mangga, jatuh dan menimpa saya. Karena otak saya tidak secerdas otak Newton, kejadian itu juga saya pandang biasa-biasa saja. Tapi ada satu yang menjadi luar biasa adalah, ketika yang jatuh itu adalah buah yang masih muda. Bahkan untuk menjadi masak, buah ini perlu proses alamiah yang lebih lama lagi.
Kenapa mangga muda yang jatuh? Bukankah ada mangga yang lebih layak jatuh terlebih dahulu? Pandangan umum manusia, suatu saat akan sangat berbeda dengan kekuasaan Sang Maha pencipta. Kita mengatakan, benda ini layaknya begini dan begitu. Tapi, Allah SWT mempunyai hak prerogatif untuk berkata dan bertindak lain. Dalam bahasa orang-orang yang beriman: Apa yang terjadi di dunia ini, sudah barang tentu ada dalam lingkup qada dan qadar-Nya. Dan jatuhnya mangga muda itu, tak hanya sekedar terkena tiupan angin yang berhembus belaka, tapi di balik itu semua, Allah SWT ikut berperan di dalamnya.
Alhamdulillah, dari jatuhnya mangga itu, saya diingatkan untuk yang kesekian kalinya oleh Allah, untuk mengingat kembali sesuatu yang sangat penting, yaitu kematian. Ada sebuah kisah, bahwa seorang saleh zaman dulu, pernah meletakkan batu nisan di depan pintu rumahnya. Tujuannya tak ada lain hanyalah agar setiap saat ia bisa mengingat kematian. Itu tentu wajar -wajar saja, sebab datangnya ajal adalah sebuah kepastian, dan tak ada satu mahlukpun yang mengetahuinya.
Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang ajalnya. Dan Allah maha mengtahui apa yang kamu kerjakan. (QS 63:11)
Dan dalam perjlanan hidup saya, saya tidak harus meletakkan batu nisan di depan pintu rumah saya. Kalau berpikir ke belakang sana, sudah sangat sering sebenarnya saya diingatkan tentang hal tersebut. Hal-hal yang seharusnya saya lebih waspada dan cepat-cepat berbuat amal kebaikan. Sebelum kematian menjemput saya.
Ketika saya berumur sepuluh tahun, adik yang sangat saya sayangi, adik yang selalu saya gendong ke sana ke mari kalau ibu saya memasak atau ke kebun, dipanggil oleh Allah SWT. Masuk SMP, kembali Allah mengingatkan saya, dengan meninggalnya bapak saya, yang baru berusia 40-an. Umur yang masih sangat produktif, dan saya masih sangat membutuhkan pendidikan darinya.
Setelah meninggalnya bapak saya, saya jadi sering sekali pergi ke kuburan untuk men-ziarahi makamnya. Atau saya sangat sering pergi ke tempat tersebut, karena saya sering ikut menggali kubur kalau saudara atau tetangga saya meninggal.
Dewasa sedikit, saya lebih sering masuk ke liang lahat, untuk menghadapkan wajah sang mayat ke kiblat, sebelum ditimbun dengan tanah. Saya sering sekali melihat wajah-wajah terakhir orang yang mau menghadap-Nya. Atau saya sering sekali diajak oleh mudin, orang yang mengurusi tentang kematian di kampung untuk menjadi asistennya. Saya membantu mempersiapkan kain kafan, ikut memandikan jika mayatnya laki-laki dan sekaligus ikut membantu membungkusnya.
Sebelum saya berangkat merantau ke Brunei, saya banyak dihubungi tokoh-tokoh masyarkat desa saya, agar saya jangan merantau lagi. Mereka menginginkan saya agar jadi Kaur Kesra, Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat. Yaitu suatu struktur organisasi desa yang mengurusi tentang kesejahteraan rakyat, pernikahan dan sekaligus tentang urusan kematian. Tapi saya menolak dengan sopan. Saya merasa masih terlalu muda untuk mengurusi hal kemasyarakatan, dan lebih menghormati senior saya, tentu yang ilmu agamanya lebih dari saya.
Dan hari-hari ini, alhamdulillah, Allah masih sayang kepada saya, bahwa di perantauan inipun Allah memberikan pekerjaan dengan sesuatu yang berhubungan dengan kematian. Setiap hari, kalau saya membuat mie putih ala Cina, saya harus mencuci kain putih sepanjang lima meter. Kain yang selalu mengingatkan saya kepada pembungkus mayat. Dan Kalau saya membuat tahu, juga saya selalu berhadapan dengan kain putih untuk menyaring susu kedele. Dan tentu saja ini juga mengingatkan saya kepada benda yang akan dibawa jika kelak kita meninggal dunia.
Maka, ketika saya kejatuhan mangga muda, saya merenung. Sudah sering sekali Allah mengingatkan saya dengan hal-hal yang berhubungan dengan kematian, tapi apakah saya sendiri sudah ingat dengan kematian yang akan menimpa saya? Dan sudah cukupkah bekal saya jika tiba-tiba Izrail menemui saya? Sudahkah saya termasuk golongan orang-orang cerdas menurut prespektif Rasulullah? Karena menurut Rasulullah orang-orang yang cerdas adalah orang yang selalu mengingat kematian.
Saya meraba diri saya, dengan mengingat perbuatan selama hidup saya ini. Saya mencoba bercermin dengan para salafusshaleh, sudah sejauh manakah jejak mereka yang saya laksanakan. Dan sudah sejauh mana kelayakan saya jika menghadap-Nya.
Otak saya terus bergerilya. Walaupun otak saya tidak secerdas seperti para penerima beasiswa, apalagi deretan ilmuwan fisika dan para penerima hadiah Nobel, seperti Newton misalnya, tapi mudah-muahan Allah memasukan saya kepada deretan orang-orang cerdas menurut kacamata khatamul ambiya, Muhammad SAW. Yang selalu mengingat akan datangnya kematian. Itulah yang tak henti-hentinya saya mohonkan pada-Nya.
Semoga Bermanfaat Buat Kita Yang masih Hidup
Wassalamu'alaikum..wr..wb

Sunday, November 27, 2005
Syukur Kita kepada Allah
Ketika sedang duduk santai di luar rumah, sambil menghabiskan es cendol yang tersisa saat berbuka puasa beberapa waktu lalu, tiba tiba seorang kawan yang tinggal jauh di negri seberang, mengirim SMS kepada saya. Isinya pendek tapi meyakinkan. "VCD pengajiannya sudah sampai apa belum?"
Saya segera membalasnya, bahwa VCD tersebut belum sampai di tangan saya. Terlintaslah di memori otak saya, bahwa beberapa bulan yang lalu, dia juga baru saja mengirimkan dua VCD kepada saya. Semuanya berisi tentang aktifitas ke-Islam-an dia dan kawan-kawannya di negara tempat mereka bekerja.

Tiba-tiba saya terdiam. Namun otak saya jadi tambah keras berpikir. Dia sudah mau dua kali mengirimkan sesuatu kepada saya, tapi saya belum satu kalipun membalas sesuatupun kepada dia. Ya, saya merasa diri saya sangat keterlaluan. Saya telah banyak dibuat baik oleh orang lain tetapi kenapa tidak secepatnya membalas kebaikan itu?
Tidak hanya kepada teman yang satu ini saja, tetapi kepada beberapa sahabat yang lainpun,karena sesuatu dan lain hal, akhirnya saya belum bisa membalas budi baik mereka. Saya baru bisa memberinya ungkapan 'terima kasih', yang kadang selalu saya iringi dengan doa kecil 'semoga kebaikan anda kepada saya akan menjadi pemberat pahala kelak di akherat'. Baru sebatas itu saja. Rasa terima kasih saya belum bisa saya aplikasikan dalam bentuk kebendaan, atau dalam bentuk barang nyata. Ingin sekali rasanya membalas mereka, minimal seperti barang yang mereka berikan kepada saya. Namun lagi-lagi saya tersendat untuk membalasnya. Maafkan sahabat-sahabat.
Maka, apa yang telah dilakukan sahabat-sahabat saya itu, mengingatkan kepada saya ketika bangun untuk makan sahur di suatu hari. Waktu itu badan saya sangat letih setelah bekerja seharian tanpa ada istirahat. Seluruh tubuh terasa pegal semua. Dengan kekuatan yang tersisa saya bangun. Kemudian makan sahur, mengambil air wudlu, dan saya sempatkan juga untuk shalat dua rakaat. Keletihan itu baru bisa hilang setelah shalat subuh.
Pagi harinya, saya masih bisa mandi. Masih bisa menikmati matahari. Masih bisa buang air kecil, buang air besar, gigi tidak sakit, metabolisme tubuh masih berjalan sempurna, mata masih bisa untuk melihat dan segala kegiatan dan pekerjaan masih bisa saya kerjakan dengan baik di hari itu. Pendek kata saya masih diberi kesehatan. Baik fisik maupun mental.

Siapakah yang membuat saya menjadi punya kekuatan seperti itu? Siapakah yang telah berbuat sangat baik kepada saya? Siapa? Tentu jawabannya tiada lain adalah Allah SWT. Sang pemegang kehidupan ini.
Lantas, akankah saya diam setelah mengetahui bahwa saya telah diperbuat sangat baik oleh Yang Maha Agung? Akankah saya hanya mengucapkan 'terima kasih' saja tanpa ada aplikasi dari rasa terima kasih itu, seperti yang sedang saya alami dengan sahabat-sahabat saya itu?
Lagi-lagi saya disodori ilmu yang sangat tinggi dari kejadian ini semua. Bahwa Allah memang tidak membutuhkan apa-apa dari kita. Dia maha segalanya. Tapi rasa syukur kita atas segala pemberian-Nya adalah suatu kewajiban mutlak kita sebagai hamba. Syukur yang tidak hanya sebatas kata-kata. Syukur yang tidak hanya sebatas pemanis bibir dan retorika belaka. Tapi bentuk syukur yang dibarengi dengan amal kita, kerja nyata kita.

Dan Allah SWT sudah mengingatkan, bahwa siapa yang bersyukur pada-Nya, maka Allah akan menambahkan rizki pada kita. Tapi sebaliknya, siapa saja yang kufur pada-Nya, yang mengingkari segala pemberian-Nya, maka ingatlah, adzab Allah sangat pedih. Mudah-mudahan kerja kita sehari-hari, termasuk dalam bentuk syukur kita kepada Allah SWT.

Semoga Bermanfaat Untuk Menjadi Renungan Kita Bersama..Amiin
Wassalamu'alaikum..wr..wb

Sunday, November 27, 2005
Resiko Punya Suami Programmer
met malam, ma maaf papa pulang telat lagi. sekarang papa logged in
apakah papa bawa oleh-oleh yang mama minta?�
bad command or filename.
tapi mama kan sudah bilang dari tadi pagi�!?�
errorneous syntax. abort
terus, bagaimana dengan beli perabot baru?�
variable not found
oke deh.. kalo gitu, mama pinjem kartu kreditnya, mama mau belanja sendiri aja.�
sharing violation. access denied..
huh! apakah papa lebih mencintai komputer daripada mama? atau papa hanya main-main saja?�
too many parameters
ini kesalahan terbesar mama, menikahi orang idiot seperti papa..
data type mismatch.
papa tidak berguna!
it's by default.
bagaimana dengan gaji papa?
file in use try later.
kalo gitu, papa anggap apa posisi mama di keluarga ini?�
unknown virus!

Saturday, November 26, 2005
Minta dipeluk
Berdasarkan hasil penelitian, kita butuh empat kali
pelukan per hari untuk bertahan hidup, delapan supaya
tetap sehat, dan dua belas kali untuk pertumbuhan. Jika
ingin terus tumbuh, kita butuh dua belas pelukan per hari.
Pelukan berkhasiat menyehatkan tubuh. Pelukan merangsang
kekebalan tubuh kita. Pelukan membuat kita merasa
istimewa. Pelukan memanjakan sifat kekanak-kanakan yang
ada dalam diri kita. Pelukan membuat kita lebih merasa
akrab dengan keluarga dan teman-teman.
Sayangnya, banyak dari kita dibesarkan dalam rumah yang di
dalamnya pelukan adalah sesuatu yang tidak lazim, dan kita
mungkin merasa tidak nyaman minta dipeluk dan memeluk.
Kita mungkin pernah digoda sebagai �si anak manja�. Dari
proyek penelitian selama setahun, kami menemukan bahwa 83 persen peserta jajak pendapat menerima kurang dari satu
kali pelukan sehari (rata-rata sekitar empat pelukan
sepekan). Sembilan puluh tujuh persen peserta menginginkan
lebih banyak lagi pelukan daripada yang telah mereka
terima. Jangan pernah merasa malu atas kebutuhan alamiah
Anda untuk disentuh dan dipeluk.
Kami mendorong Anda untuk mendapatkan dan meminta pelukan yang Anda butuhkan. Ucapan sederhana, �Peluk saya, dong�
amat membantu kita agar bisa mendapatkan lebih banyak
pelukan. Targetkan meminta dan mendapatkan dua belas kali
pelukan dalam sehari.

Sumber: The Aladdin Factor, Jack Canfield & Mark Victor
Hansen.

Saturday, November 26, 2005
Seni Dalam Bergaul
1. AKU AMAN BAGIMU
Kita tidak boleh menjadi seorang yang merugikan orang
lain, terlebih kalau kita simak Rasulullah Saw.
bersabda, "Muslim yang terbaik adalah muslim yang
muslim lainnya selamat/merasa aman dari gangguan lisan
dan tangannya." (HR. Bukhari)

a. Hindari penghinaan
Apapun yang bersifat merendahkan, ejekan, penghinaan
dalam bentuk apapun terhadap seseorang, baik tentang
kepribadian, bentuk tubuh, dan sebagainya, jangan
pernah dilakukan, karena tak ada masalah yang selesai
dengan penghinaan, mencela, merendahkan, yang ada
adalah perasaan sakit hati serta rasa dendam.

b. Hindari ikut campur urusan pribadi
Hindari pula ikut campur urusan pribadi seseorang yang
tidak ada manfaatnya jika kita terlibat. Seperti yang
kita maklumi setiap orang punya urusan pribadi yang
sangat sensitif, yang bila terusik niscaya akan
menimbulkan kemarahan.

c. Hindari memotong pembicaraan
Sungguh dongkol bila kita sedang berbicara kemudian
tiba-tiba dipotong dan disangkal, berbeda halnya bila
uraian tuntas dan kemudian dikoreksi dengan cara yag
arif, niscaya kita pun berkecenderungan menghargainya
bahkan mungkin menerimanya. Maka latihlah diri kita
untuk bersabar dalam mendengar dan mengoreksi dengan
cara yang terbak pada waktu yang tepat.

d. Hindari membandingkan
Jangan pernah dengan sengaja membandingkan jasa,
kebaikan, penampilan, harta, kedudukan seseorang
sehingga yang mendengarnya merasa dirinya tidak
berharga, rendah atau merasa terhina.

e. Jangan membela musuhnya, mencaci kawannya
Membela musuh maka dianggap bergabung dengan musuhnya,
begitu pula mencaci kawannya berarti memusuhi dirinya.
Bersikaplah yang netral, sepanjang diri kita
menginginkan kebaikan bagi semua pihak, dan sadar
bahwa untuk berubah harus siap menjalani proses dan
tahapan.

f. Hindari merusak kebahagiannya
Bila seseorang sedang berbahagia, janganlah melakukan
tindakan yang akan merusak kebahagiaanya. Misalkan ada
seseorang yang merasa beruntung mendapatkan hadiah
dari luar negeri, padahal kita tauh persis bahwa
barang tersebut buatan dalam negeri, maka kita tak
perlu menyampaikannya, biarlah dia berbahagia
mendapatkan oleh-oleh tersebut.

g. Jangan mengungkit masa lalu
Apalagi jika yang diungkit adalah kesalahan, aib atau
kekurangan yang sedang berusaha ditutupi. Ingatlah
bahwa setiap orang memiliki kesalahan yang sangat
ingin disembunyikannya, termasuk diri kita, maka
jangan pernah usil untuk mengungkit dan
membeberkannya, hal seperti ini sama denga mengajak
bermusuhan.

h. Jangan mengambil haknya
Jangan pernah terpikir untuk menikmati hak orang lain,
setiap gangguan terhadap hak seseorang akan
menimbulkan rasa tidak suka dan perlawanan yang tentu
akan merusak hubungan.. Sepatutnya kita harus belajar
menikmati hak kita, agar bermanfaat dan menjadi bahan
kebahagiaan orang lain.

i. Hati-hati dengan kemarahan
Bila anda marah, maka waspadalah karenan kemarahan
yang tak terkendali biasanya menghasilkan kata dan
perilaku yang keji, yang sangat melukai, dan tentu
perbuatan ini akan menghancurkan hubungan baik di
lingkungan manapun. Kita harus mulai berlatih
mengendalikan kemarahan sekuat tenaga dan tak usah
sungkan untuk meminta maaf andai kata ucaan dirasakan
berlebihan.

j. Jangan menertawakannya
Sebagian besar dari sikap menertawakan seseorang
adalah karena kekurangannnya, baik sikap, penampilan,
bentuk rupa, ucapan dan lain sebagainya, dan ingatlah
bahwa tertawa yang tidak pada tempatnya serta
berlebihan akan mengundang rasa sakit hati.

k. Hati-hati dengan penampilan, bau badan dan bau mulut
Tidak ada salahnya kita selalu mengontrol penampilan,
bau badan atau mulut kita, karena penampilan atau bau
badan yang tidak segar akan membuat orang lain merasa
terusik kenyamanannya, dan cenderung ingin menghindari
kita.



2. AKU MENYENANGKAN BAGIMU
a. Wajah yang selalu cerah ceria
Rasulullah senantiasa berwajah ceria, beliau pernah
besabda, "Janganlah terlalu membebani jiwamu dengan
segala kesungguhan hati. Hiburlah dirimu dengan
hal-hal yang ringan dan lucu, sebab bila hati terus
dipaksakan memikul beban-beban yang berat, ia akan
menjadi buta". (Sunan Abu Dawud).

b. Senyum tulus
Rasulullah senantiasa tersenyum manis sekali dan ini
sangat menyenangkan bagi siapapun yang menatapnya.
Senyum adalah sedekah, senyuman yang tulus memiliki
daya sentuh yang dalam ke dalam lubuk hati siapapun,
senyum adalah nikmat Allah yang besar bagi manusia
yang mencintai kebaikan. Senyum tidak dimiliki oleh
orang-orang yang keji, sombong, angkuh, dan orang yang
busuk hati.

c. Kata-kata yang santun dan lembut
Pilihlah kata-kata yang paling sopan dengan dan
sampaikan dengan cara yang lembut, karena sikap
seperti itulah yang dilakukan Rasulullah, ketika
berbincang dengan para sahabatnya, sehingga terbangun
suasana yang menyenangkan. Hindari kata yang kasar,
menyakitkan, merendahkan, mempermalukan, serta hindari
pula nada suara yang keras dan berlebihan.

d. Senang menyapa dan mengucapkan salam
Upayakanlah kita selalu menjadi orang yang paling
dahulu dalam menyapa dan mengucapkan salam. Jabatlah
tangan kawan kita penuh dengan kehangatan dan lepaslah
tangan sesudah diepaskan oleh orang lain, karena
demikianlah yang dicontohkan Rasulullah. Jangan lupa
untuk menjawab salam dengan sempurna dan penuh
perhatian.
e. Bersikap sangat sopan dan penuh penghormatan
Rasulullah jikalau berbincang dengan para sahabatnya
selalu berusaha menghormati dengan cara duduk yang
penuh perhatian, ikut tersenyum jika sahabatnya
melucu, dan ikut merasa takjub ketika sahabatnya
mengisahkan hal yang mempesona, sehingga setiap orang
merasa dirinya sangat diutamakan oleh Rasulullah.

f. Senangkan perasaannya
Pujilah dengan tulus dan tepat terhadap sesuatu yang
layak dipuji sambil kita kaitkan dengan kebesaran
Allah sehingga yang dipuji pun teringat akan asal
muasal nikmat yang diraihnya, nyatakan terima kasih
dan doakan. Hal ini akan membuatnya merasa bahagia.
Dan ingat jangan pernah kikir untuk berterima kasih.

g. Penampilan yang menyenangkan
Gunakanlah pakaian yang rapi, serasi dan harum.
Menggunakan pakaian yang baik bukanlah tanda
kesombongan, Allah Maha Indah dan menyukai keindahan,
tentu saja dalam batas yang sesuai syariat yang
disukai Allah.

h. Maafkan kesalahannya
Jadilah pemaaf yang lapang dan tulus terhadap
kekurangan dan kesalahan orang lain kepada kita,
karena hal ini akan membuat bahagia dan senang
siapapun yang pernah melakukan kekhilafan terhadap
kita, dan tentu hal ini pun akan mengangkat citra kita
dihatinya.

3. AKU BERMANFAAT BAGIMU
Keberuntungan kita bukanlah diukur dari apa yang kita
dapatkan tapi dari nilai manfaat yang ada
dari kehadiran kita, bukankah sebaik-baik diantara
manusia adalah orang yang paling banyak
manfaatnya bagi hamba-hamba Allah lainnya.
a. Rajin bersilaturahmi
Silaturahmi secara berkala, penuh perhatian, kasih
sayang dan ketulusan walaupun hanya beberapa saat,
benar-benar akan memiliki kesan yang mendalam, apalagi
jikalau membawa hadiah, insya Allah akan menumbuhkan
kasih sayang.

b. Saling berkirim hadiah
Seperti yang telah diungkap sebelumnya bahwa saling
memberi dan berkirim hadiah akan menumbuhkan kasih
sayang. Jangan pernah takut miskin dengan memberikan
sesuatu, karena Allah yang Maha Kaya telah menjanjikan
ganjaran dan jaminan tak akan miskin bagi ahli sedekah
yang tulus.

c. Tolong dengan apapun
Bersegeralah menolong dengan segala kemampuan, harta,
tenaga, waktu atau setidaknya perhatian yang tulus,
walau perhatian untuk mendengar keluh kesahnya.
Apabila tidak mampu, maka doakanlah, dan percayalah
bahwa kebaikan sekecil apapun akan diperhatikan dan
dibalas dengan sempurna oleh Allah.

d. Sumbangan ilmu dan pengalaman
Jangan pernah sungkan untuk mengajarkan ilmu dan
pengalaman yang dimiliki, kita harus berupaya agar
ilmu dan pengalaman yang ada pada diri kita bisa
menjadi jalan bagi kesuksesan orang lain.

Insya Allah jikalau hidup kita penuh manfaat dengan
tulus ikhlas maka, kebahagiaan dalam bergaul dengan
siapapun akan terasa nikmat, karena tidak mengharapkan
sesuatu dari orang melainkan kenikmatan kita adalah
melakukan sesuatu untuk orang lain. Semata karena
Allah SWT.
Semoga Bermanfaat Bagi Kita Semua
Wassalamu'alaikum..wr..wb








my father

Posted by Unknown On 03.54

Keringat Jasa Mu

Pagi buta sang mentari tersenyum indah
Pagi buta ayam jantan mulai bernyanyi
Begitu pula diri mu ayah
Yang memulai kerja dipagi buta
                       Keringat asam yang mengalir
                      Manis bagi mu saat kau ingat aku
                     Panasnya mentari yang menyengat
                    Begitu hangat bagi mu saat kau iangat aku
Semuanya seakan berubah
Saat kau ingat cita-cita ku
Semuanya begitu manis
Saat terbayang kebahagiaan ku
                      Trima kasih ayah
                     Atas kerja keras dan keringat mu Takkan kukecewakan mu
                                   
                                    By: Nopem

Jumat, 17 Mei 2013

Kisah q

Posted by Unknown On 03.31





Mengejar Mimpi
 
Malam sunyi penuh bintang, cahaya rembulan yang terus bersinar menerangi alam semesta ini. Suara merdu jangkrik malam, menambah indah suasana malam ini bertambah dengan angin malam yang bertiup lembut membelai tubuh ku. Aku yang seorang diri memandang indahnya malam ini, tersenyum tersipu ktika sebuah bayangan indah melintas dibenak ku. Aku tak mengerti apa yang terjadi, semua itu tiba-tiba datang begitu saja tanpa ku undang maupun ku fikirkan.
Semua bayangan itu semakin sering terlintas dalam fikiran ku, ketika aku menyendiri dari keramaian teman-teman dan keluarga. Aku semakin bingung aku tak mengerti apa maksud dari banyangan ku ini. ingin rasa hati mengatakan pada ibu tapi, aku tak memiliki keberanian tuk mengatakan. Hingga pada suatu hari baru aku mengerti apa maksud dari banyangan itu. Bayangan yang selalu menghampiri ku disetiap diri ku sendiri, disetiap fikiran ku jenuh bayangan itu lah yang selali menghampiri ku.
Aku mulai mengerti, begitu sangat mengerti terutama ketika ada sesorang bertanya kepada ku.
“Pem apa yang akan kamu lakukan setelah lulus nanti? Apa kamu ingin seperti saudara-saudara kamu, atau justru kamu akan mencari pengalaman baru yang belum pernah ada dalam keluarga kamu?” Tanya nya dengan lembut dan penuh senyuman
Mendengar pertanyaan itu aku sempat terdiam sejenak, aku mulai mencerna semua kalimat pertanyaan itu. Namun belum sempat aku menemukan jawaban tiba-tiba dia kembali berbicara.
“Kok diem? Apa kamu sama sekali gak punya mimpi atau cita-cita yang mau kamu realisasikan didalam hidup kamu Pem?” Tanya nya sekali lagi
Sekali lagi aku masih terdiam dan sesaat kemudian baru ku temukan jawaban itu.
“Em ya aku punya begitu banyak mimpi dan cita-cita, yang jelas aku gak mau kayak saudara-saudara ku yang setelah lulus sekolah kerja sebentar lalu menikah.” Sejenak aku diam dan menghela nafas panjang “Aku mau sekolah lagi, aku mau kuliah, aku mau merealisasikan cita-cita ku sebagai seorang guru em syukur-syukur aku bisa jadi atlit.” Aku mengakhiri jawaban ku dengan senyuman tipis yang aku ukir pada wajah ku.
“Bagus, dan saran aku kamu harus buktikan semua itu, ingat semua kegagalan adalah awal dari kesuksesan mu.”
Tak lama setelah memberi ku sebuah pertanyaan dan pesan itu, dia pun pergi meninggalkan ku dan hingga kini aku tak tahu dimana kini dirinya berada. Sejak saat itulah aku mulai belajar dewasa, belajar memahami orang, agar kelak aku tak susah dalam bergaul. Tak membutuhkan waktu yang lama bagi ku tuk mengungkapkan keinginan ku ini, walau aku tahu kondisi keluarga ku, namun aku harus mengatakannya. Mengatakan suatu hal yang begitu berharga bagi ku, sebelum ini semua terlambat dan membuat ku kehilangan kesempatan ini.
Malam sunyi tanpa cahaya rembulan, hanya percikan sinar bintang yang menghiasi luasnya awan di langit. Bersama ayah dan ibu, aku duduk santai di teras rumah serambi menikmati jagung rebus hasil kebun kami. Malam ini adalah malam yang begitu tepat bagi ku, adik ku tengah bermain bersama sepupu ku sehingga aku dapat mengatakan mimpi ku ini dengan tenagng.
“Pak Nopem boleh ngomong sesuatu gak?” Tanya ku kepada ayah
“Ya emang mau ngomong apa to Pem?” Tanya ayah ku
“Em Nopem mau nerusin sekolah pak.”
“Maksudnya apa to Pem?” Tanya ibu ku
“Maksudnya itu Nopem pingin kuliah abis lulus MA nanti pak.”
“O gitu, emang kamu mau kuliah dimana?”
“Ya yang deket aja lah pak, di Metro juga gak papa.”
“Ya gak papa, kalau kamu kuliah di Metro kan bisa sekalian nemenin mbah kamu disana.” Tambah ibu
Setelah malam itu tak ada lagi perbincangan antara aku dan orang tua ku mengenai kuliah. Aku lebih banyak bercerita kepada bibik dan mbak ku yang sudah memiliki keluarga sendiri. Banyak dukungan yang keluarga ku berikan atas keputusan ku ini, terlebih dari semua anak dan cucu nenek dari ibu ku baru aku yang memutuskan tuk kuliah. Banyak masukan yang keluarga ku berikan, mulai dari Universitas hingga jurusan yang aku ambil. Namun aku hanyalah seorang anak yang ingin berusaha menentukan hasil akhir sendiri. Tak satu pun pilihan keluarga aku ambil, aku lebih memilih apa yang telah lama aku impikan.
Walau awalnya ibu ku meragukan pilihana ku, karena keinginan ku yang begitu besar mereka pun membiarkan ku. Usaha demi usaha telah ku lakukan, belajar dan sholat pun tak aku lupakan walau semua pilihan aku yang menentukan, tetapi semua saran dari keluarga ku tak pernah aku lupakan. Aku mengikuti saran kedua orang tua ku, yang selalu mengingatkan ku tuk selalu melaksanakan sholat dan puasa sunah, yang elarang ku tuk sombong dan pelit. Ibu ku berharap dengan begitu aku selalu diberi kemudahan dalam setiap langkah.
Hari demi hari ku lalui, ujian demi ujian pun telah aku selesaikan, namun apalah daya ku ketika semua pengumuman dari dua Universitas yang aku masuki nihil. Aku gagal, aku tak berhasil meraih impian ku sendiri. Aku benar-benar terjatuh saat itu, terlebih ketika banyak tetangga ku yang membicarakan kegagalan ku ini. Aku sama sekali tak memiliki keberanian tuk keluar rumah, tubuh ku lemah tak berdaya, air mata pun selalu mengalir setiap ku ingat hasil pengumuman itu. Dalam setiap sujud, aku selalu bertanya apa ini jawaban atas doa-doa ku selama ini? apa ini adalah sebuah jalan yang begitu jelek, hingga tak satu pun Universitas yang aku impikan mampu aku masuki.

“Ya Allah apa yang harus hamba lakukan saat ini? hamba tak lagi memiliki kekuatan tuk menghadapi kenyataan ini.” air mata ku pun mengalir deras  “Apa yang harus hamba lakukan ya Allah?  ya Allah berikan lah yang terbaik bagi masa depan dan kehidupan hamba Mu ini.”
Hanya doa-doa itu yang terus terucap dalam setiap sujud ku, aku tak lagi meminta agar aku diterima disebuah Universitas tertentu, aku hanya meminta agar apa yangbaku jalani adalah suatu hal yang benar-benar terbaik dalam hidup aku. Aku memang begitu sedih dan terpukul akan hal ini namun, karena dukungan orang tua dan keluarga ku lah aku dapat menjalani dan menerima semua ini dengan tabah dan tegar. Aku percaya ini semua adalah awal dari sebuah kesuksesan yang akan aku raih kelak.
Tanpa fikir panjang aku dan ayah pun segera pergi mendaftar di STAIN Metro, ya aku mengikuti saran kakak sepupu ku yang menyaran ku tuk mendaftar di STAIN. Hem, karena keterlambatan ku dan ayah menyebabkan ku harus kembali ke rumah, sebab setibanya aku di STAIN ternyata sudah waktunya istirahat. Walau sedikit malu, aku berusaha percaya diri sebab inilah kebodohan yang pernah aku lakukan seumur hidup ku.
Usai sholat dzuhur aku dan ayah kembali tuk mendaftar di STAIN, aku masih bingung bagaimana cara pendaftarannya. Begitu banyak proses yang harus aku lalaui, mulai dari membayar, mengisi formulir, yang menyebabkan ku keluar masuk tuk menanyakan tanggal lahir ayah dan ibu ku. Hingga akhirnya proses terakhir yakni pengisian data online, betapa bahagianya aku ketika semua proses pendaftaran ini selesai. Segeralah aku pulang bersama ayah, serambi berharap penuh inilah yang terbaik bagi ku.
Lagi-lagi aku harus mengikuti tes penerimaan mahasiswa baru di STAIN Metro, hari pertama aku melaksanakan tes sudah terlambat, beruntung pengawas di ruangan ku belum datang, setidaknya aku bisa bernafas lega. Ya jadwal awalnya tes ini akan berlangsung selama dua hari, tapi tiba-tiba saja itu semua berubah, jadwal hari kedua dimajukan kehari pertama. Sungguh tak ku sangka, setidaknya besok aku tak lagi datang kemari tuk melaksanakan tes baca Al-Qur’an.
Selama menunggu hasil tes kemarin, aku tetap berada di Metro tinggal bersama bibi ku, menunggu hasil ketiga dari serangkaian usaha ku tuk mengejar mimpi ku adalah hal yang begitu mendebarkan, apalagi aku tak bersama orang tua ku. Selama aku tinggal bersama bibi, aku tak pernah keluar rumah, hampir setiap hari aku hanya berada di dalam kamar, ya terkadang bibi mengajak ku tuk ke pasar sekedar membeli perlengkapan dapur. Aku yang begitu asin, tak mengenal siapa pun disini kecuali saudara-saudara ku sendiri. Ya selama aku disini aku hanya bermain bersama adik sepupu ku, kemana-kemana bersama dia bahkan hanya sekedar membeli pulsa pun aku mengajaknya.
Senin pagi yang cerah, matahari yang bersinar terang, ya inilah hari yang ku nanti, hari dimana hasil tes di STAIN akan keluar. Aku benar-benar cemas, aku takut hasilnya kembali nihil, dan lagi-lagi aku hanya membuang uang kedua orang tua ku tanpa hasil yang memuaskan. Aku tak sabar tuk melihat hasil pengumuman itu, namun aku harus sedikit bersabar karena adik ku belum pulang dari sekolah. Aku sedikit bahagia karena salah satu teman ku diterima di STAIN, ya tinggal aku saja yang belum tahu hasil pengumuman itu.
Tak harus menunggu adik ku pulang sekolah, beruntung ayah dan ibu ku dating mengetahui aku melihat hasil pengumuman, ayah segera mengantarkan aku tak lupa aku menghubungi teman ku dan menanyakan nomor ujian mereka. Setiba di STAIN aku segera berlari menuju papan pengumuman, segera ku cari nama dan nomor tes ku, tepat pada urutan sepuluh terakhir aku melihat nama dan nomor tes ku tertulis di papan itu. Ya jurusan syariah dan prodi ekonomi islam, disitulah nama ku tertulis jelas, aku begitu bahagia aku tak mengira ini semua benar-benar terjadi. Namun sayang salah satu teman ku harus menerima kabar pahit lagi, lagi-lagi ia tak lulus disini dan kembali ia harus berjuang mengejar mimpinya.
Walau kenyataan ini sedikit membuat ku kecewa, namun karena saran dan pengertian keluarga ku yang pada akhirnya membuat ku sadar bahwa inilah jawaban yang Allah berikan kepada ku. Masuk di Sekolah Tinggi Islam Negeri dengan prodi ekonomi islam, mungkin inilah yang terbaik bagi kehidupan mendatang. Meski dengan tangisan yang mengiringi jawaban dan keputusan akhir ku, aku berusaha meyakinkan keluarga bahwa aku akan masuk STAIN. Aku bahagia, setidaknya aku bisa mengukir senyum kebahagiaan kedua orang tua ku terutama ibu ku, yang tak pernah berhenti berdoa akan kesuksesan ku ini.
Keesokan harinya bersama teman yang baru aku kenal, aku kembali ke STAIN tuk melakukan registrasi, kembali aku harus berurusan dengan proses pembayaran yang begitu panjang dan melelahkan. Huh, begitu melelahkan apalagi ketika kami harus menunggu bank BRI yang tengah tutup, kami harus menunggu hingga jam dua siang. Belum lagi kami harus mengejar kepala prodi yang hendak pulang, dengan rayuan kami akhirnya beliau mau menunda kepulangannya dan menandatangani KRS kami.
Benar-benar melelahkan sejak pukul 10.00-15.40 WIB, kami harus mengurus registrasi ini belum lagi kami harus mengurus pembayaran opak yang akan dilayani di hari jumat dan sabtu saja. Sepulang dari mengurus registrasi ini aku langsung mencurahkan semua gundah hati ku dengan teman lama ku, aku senang setidaknya ada yang mengalami hal yang sama denagn ku, kuliah tapi dijurusan yang tidak diinginkan. Lama aku mengobrol dengan teman lama ku, banyak saran yang aku dapat darinya mulai dari penglaman kuliah dan pengalaman yang lainnya, dari sinilah aku mulai belajar menerima pilihan ini.
Hari ini kembali aku datang ke kampus, kembali aku mengurus registrasi Opak. Begitu banyak persyaratan yang harus aku bawa saat Opak dilaksanakan, mulai dari pakaian hingga barang-barang yang lain. Tanpa kami fikir panjang aku memutus tuk memesan semua perlengkapan Opak yang telah panitia siapkan. Mulai dari papan nama hingga pohon pule aku memesannya di kampus, ya setidaknya mengurangi bawaan ku dan mengurangi persiapan ku di rumah.
Hari pertama Opak STAIN telah dimualai, aku masih bingung tak ada yang aku kenal disni, teman-teman yang aku kenal mereka beda jurusan dengan ku. Walau sedikit canggung akhirnya aku bisa mencampur bersama teman-teman ku yang lain. Hari pertama Opak aku mendapat seorang teman, namanya Iis dia ananya pede banget, dari dialah aku bisa mendapat teman lagi yakni Evi dan Anik. Opak pertama bagi ku tak mengasyikkan, karena hanya diisi dengan para dosen yang memberikan materi, yang pada akhirnya membuat ku begitu jenuh dan mengantuk.
Tak hanya mendengarkan materi saja, kami juga harus mencatat semua materi yang diberikan, dan kami juga dituntut tuk berani memilih, yakni memilih seorang RT dan RW masing-masing prodi dan jurusan. Walau tak smua ikut andil, tapi ini adalah sebuah hiburan yang cukup tuk menahan rasa kantuk dan bosan ini. Hanya sekedar ikut teriak member suara dan kembali terdiam, kembali berteriak ketika RT dan RW terpilih.
Tak jauh berbeda dengan hari kemarin, hari kedua Opak ini pun kami pulang begitu sore dan lagi-lagi kami hanya kembali duduk mendengar dan menulis materi, namun kali ini aku kembali mendapatkan teman yakni Fitri dan Desi. Kemana-keman kami selalu bersama, mulai dari makan hingga sholat, dan kami berharab kami bisa satu kelas. Walau kami baru kenal namun keakrapan kami ini seolah–seolah sudah terjalin sebelum kami bertemu disini. Perbedaan usia dan kepribadian pun tak membuat kami canggung, justru membuat kami semakin seru.
Hari ketiga Opak, kami menggunakan kaos olahraga, pada hari ini kami harus membersihkan sebuah lokasi yang akan dibangun kampus dua STAIN. Disini kami berpisah dengan Anik, Fitri, dan Iis. Aku, Evi, dan Desi bersama dalam mengerjakan tugas ini, sedangkan Anik bergabung dengan teman-teman SMKnya, lalu Iis dan Fitri mereka tidak ikut dalam kegiatan ini, mereka mendapat sanksi membersihkan lingkungan kampus karena mereka telat datang. Sesungguhnya dihari ketiga ini aku dan Anik mengikuti lomba baca puisi, namun teernyata dari masing-masing prodi hanya diambil satu perwakilan dan diantara kami tak ada yang terpilih. Walau sedikit kecewa, namun kami berusaha tegar dan kembali tersenyum bergabung bersama Iis dan yang lain.
Dihari ketiga inilah kami lebih banyak menyantai, kami gunakan kesempatan ini tuk berfoto, bercerita, bahkan tiduran dan berkenalan dengan salah seorang kakak tingkat. Dari kami berenam, ternyata yang paling kecil adalah Fitri sedangkan yang sudah berkeluarga adalah Desi, Iis dan Evi sudah pernah mengalami namanya bekerja walau tak lama sedangkan aku walau sempat berhenti setahun, namun aku tak memiliki pengalaman bekerja diluar seperti Iis dan Evi yang terakhir adalah Anik dia ternyata anak tunggal dan saat itu tengah berbisnis pulsa.
Hari ini juga merupakan yang cukup berbeda dan membahagiakan bagi ku, karena hari ini aku terlepas menggunakan sepatu pantopel yang selalu menyiksa kaki ku. Pakaian yang kami gunakan pada hari ini pun bukan seragam resmi seperti dua hari lalu, melainkan kaos olahraga. Hem, benar-benar hal yang membahagiakan apabila aku dapat satu kelas dengan mereka nantinya. Ya setidaknya pertama masuk kuliah di dalam kelas aku tak bingung mencari teman mengobrol dan lebih mudah untuk beradaptasi.
Hari keempat Opak, kami melakukan latihan pengukuhan mahasiswa. Walau awalnya  kami selalu kena marah namun akhirnya kami bisa kompak, ya wajarlah kami belum bisa mengatur keserasian suara kami, apalagi kami masih banyak yang bercanda. Walau panas dan melelahkan namun kami teap bersemangat tuk latihan pengukuhan mahasiswa STAIN Jurai Siwo Metro yang akan dilaksanakan esok hari.
Walau hanya latihan paduan suara, namun latihan ini benar-benar melelahkan. Selain suara kami yang menjadi serak karena harus bernyanyi berulang-ulang, kakak tingkat yang bertugas membimbing kami latihan pun marah-marah. Cukup menegangkan dengan ekspresi kesal, dengan suara yang lantang beliau berteriak meminta kami tuk latihan dengan baik dan serius. Hem, alhamdullah latihan hari ini selai juga dan latihan kami ini akhirnya mendapat pujian dari kakak tingkat yang membimbing kami latihan. Esok adalah hari besar kami, ya pengukuhan mahasiswa baru dan mulai besok aku dan semua teman-teman ku tak lagi dipanggil cama-cami, melainkan mahasiswa STAIN Jurai Siwo Metro.
Hari pengukuhan yang kami nanti telah tiba, kali ini tak ada satupun cama maupun cami yang teerlambat terlebih kami yang berada didalam GSG. Usai upacara pembukaan kembali kami melakukan gladi resik upacara pengukuhan, walau sedikit telat namun kami bahagia setelah rektor STAIN mengukuhkan kami sebagai mahasiswa STAIN Jurai Siwo Metro. Kami berteriak girang, tak menyangka hari ini kami telah menjadi seorang mahasiswa. Usai upacara pengukuhan, kami dihibur oleh kakak tingkat, mereka menghibur kami lewat lagu-lagu yang indah. Tak hanya dari kakak tingkat para mahasiswa pun menyumbangkan suara emasnya kepada kami usai pengumuman pemenang lomba yang diadakan di hari ketiga Opak.
Hari ini benar-benar hari yang membahagiakan, kami semua bernyanyi bersama, menari bersama, bahkan kami semua dapat mengerjai seorang kakak tingkat yang sok galak tapi mukanya lucu. Kak Afrizal namanya, kami semua memintanya tuk menyanyikan sebuah lagu, salah satu lagu yang minta adalah chaiya-chaiya. Hem, kak Afrizal benar-benar kewalahan menghadapi permintaan kami ini, kami pun tertawa dibuatnya karena tingkahnya yang lucu. Tak hanya kami yang benar-benar terhibur hari ini, kakak tingkat dan para dosen yang terlibat langsung dalam acara ini pun merasakan hal yang sama, bahagia.
Selama aku menunggu pengumuman masuk kuliah, aku terus membujuk kedua orang tua ku tuk mengizinkan ku kos bersama teman-teman ku. Aku tak ingin selama aku kuliah justru merepotkan keluarga ku terutama adik sepupu ku yang bertugas mengantar jemput aku kuliah. Tak hanya itu permasalahan yang membuat ku memutuskan tuk kos. Keberadaan ku bersama keluarga ku di 19A ini pun menjadi permasalahan terbesar, dalam hidup ku terutama batin ku. Disini aku tak bisa kemana-kemana mau begini salah mau begitu salah, pokoknya serba salah. Terlebih jarak rumah dengan kampus yang cukup jauh dan sulit tuk mendapatkan kendaraan, sehingga membuat ku jarang kekampus tuk sekedar melihat informasi.
Dengan penuh kesabaran dan menahan tangis tiap ibu memarahi ku, akhirnya ibu menyetujui permintaan ku ini. Ibu ku bersedia mencarikan tempat kos untuk ku, ya dengan satu syarat pastinya, aku harus bersedia kembali ke 19 apabila sebuah motor telah ku miliki. Aku senang karena aku bisa kekampus tanpa harus bingung dengan kendaraan, karena jarak antara kos dan kampus tak terlalu jauh, ya walau sebuah syarat mengikat ku di sini.
Perlahan namun pasti, aku mulai merasakan menjadi seorang mahasiswa yang semuanya serba sendiri. Mencari kesana kemari, menunggu, tanpa tahu kapan pembagian kelas dimulai. Tak hanya dengan datang kekampus, aku pun mencoba tuk bertanya kepada gubernur dan bupati syariah namun jawabannya sama yaitu kurang tahu. Huh, rasa kesal pun mulai menghampiri ku, lelah, panas, semuanya menjadi satu hingga saatnya pengumuman itu datang.
Senang rasanya telah mendapat kelas, dan tahu jadwal kuliah ku. Namun ternyata aku tak bisa senang dengan mudah  karena masih banyak teman-teman ku yang belum mendapat kelas. Anik, Fitri, mereka belum tahu masuk kelas mana, aku pun tak tinggal diam melihat kegelisahan mereka, aku turut mencari informasi tentang mahasiswa yang belum mendapatkan kelas. Selama aku mencari dan menemani fitri mencari informasi, ternyata aku mendapatkan banyak teman, ya walau teman sesama jurusan ekonomi.
Hari-hari yang berlalu begitu cepat membuat keberanian ku mulai tumbuh, keinginan ku tuk ikut banyak kegiatan pun mulai menggebu di dada. Usai menemani fitri melihat pengumuman kelas, aku segera mencari informasi tentang beberapa UKM yang hendak ku ikuti. Salah satu diantara ialah Impor. Walau sedikit takut akhirnya ku dapatkan juga formulir Impor, aku senang bisa mendapatkan formulir itu. Walau bingung nantinya akan dikumpulkan dimana, tapi aku tetap mengisi formulir itu, dengan terus berharab agar bertemu dengan salah satu anggota Impor, dan segera menyerahkan formulir yang telah aku isi.
Teriknya sang surya seakan membakar kulit ku dan teman-teman ku yang hendak pergi kekampus, demi mengusir rasa panas itu kami pun bersenda gurau.
“Hai, boleh kenalan?” Tanya fitri kepda salah satu teman yang satu kos dengan ku
“Boleh, aku Lyana kalau ini Tiwi.” Jawabnya dengan senyum tipis
“Aku Fitri, terus ini Sulis.” Serambi menunjuk kearah ku
“Hai, em kalian prodi apa nih?” Tanya ku
“Kalau aku EI, kalau Tiwi PBI.” Jawab Lyana
“Wah sama dong, aku sama Sulis juga EI.” Tambah Fitri
“Ya aku sendirian dong yang PBI.” Keluh Tiwi
“hahahah” Serempak aku, Fitri, dan Lyana tertawa
“Sabar Wi, kan kamu paling hebat diantara kami.” Canda ku padanya
“Apanya yang hebat?”
“Ya kalau aku ada tugas bahasa Inggris boleh lah ajarin.”
“Betul itu betul.” Tambah Lyana dan Fitri
Canda tawa pun menemani langkah kami menuju kampus, tak terasa kami tiba di kampus. Karena gerbang utama terlalu jauh, kami dan beberapa mahasiswa lain pun masuk kampus melalui gerbang disamping kampus. Sampai disini kebersamaan kami, dengan segara kami pun berpisah menuju kelas, aku dan Fitri tetap bersama karena kelas kami bersebalahan. Walau bukan hari pertama masuk kuliah, namun bagi ku dan teman satu kelas ku hari ini adalah hari pertama kami menerima mata kuliah.
Bapak Imam Mustofa SHI, MSI dosen bahasa Indonesia, dosen pertama yang masuk dikelas ku. Pertama kali melihat beliau, aku langsung teringat guru MA ku, belau mirip dengan pak Imam. Baru pertama masuk pak Imam sudah memberikan kami tugas makalah, dan aku menjadi kelompok satu yang harus mempersentasikan makalah minggu depan. Tak hanya membagi kelompok makalah, beliau yang ternyata asyik dalam mengajar ini pun membantu kami dalam pembentukan pengurus kelas.
Tak hanya tugas dari pak Imam saja, dosen-dosen yang lain pun memberikan kami tugas yang sama, beruntung aku tak lagi masuk dalam kelompok pertama. Hari-hari berikutnya lah aku mulai merasakan benar-benar menjadi seorang mahasiswa. Semua serba sendiri, mulai dari mencari bahan makalah yang tak hanya bersumber dari buku, melainkan juga dari internet. Menulis serambi mendengarkan dosen menjelaskan, bahkan harus melembur ketika tugas kuliah belum selesai.
Perlahan namun pasti, satu demi satu aku mulai mengenal teman-teman satu kelas. Aku yang semula hanya mengingat wajah mereka, kini aku mengingat nama mereka satu persatu. Benar-benar senang, tak hanya kuliah yang mulai aktif, beberapa UKM pun mulai aktif. Sudah banyak kakak tingkat yang mempromosikan UKM mereka masing-masing. Aku pun sudah mulai ikut latihan silat SMI (Satria Muda Indonesia), salah satu cabang dari UKM Impor. Walau tak seseru TS (Tapak Suci), aku tetap senang mengikuti UKM ini.
Tak hanya UKM Impor yang ikuti di kampus, UKM LDK dan UKM FoSSEY Filantropi pun aku ikuti. Banyak sekali komentar teman-teman ketika ku putuskan tuk mengikuti UKM LDK, tapi bagi ku itu semua hanyalah angin sesaat. Banyak yang heran dengan ku, baru semester pertama tapi sudah mengambil keputusan tuk mengikuti tiga UKM sekaligus. Mereka sering bertanya pada ku, apakah aku tidak merasa lelah harus mengikuti semua kegiatan itu?. Sedangkan mereka sudah merasa lelah dengan jadwal kuliah yang begitu padat, padahal mereka tidak mengikuti UKM apa pun.
Jumat sore yang melahkan, keringat pun mengalir deras ditubuh ku. Usai latihan silat, aku segera merebahkan tubuh ku diatas kasur, teman-teman yang melihat ku hanya tersenyum heran.
“Sulis-sulis kamu ni pa gak capek tow, eminggu full ke kampus?”
“Huh, sebenernya ya capek tapi kalau gak kayak gini bisa lebih capek aku.”
Mendengar jawaban ku ini mereka hanya bisa menggelengkan kepala, dengan terus berfikir heran akan keputusan ku ini.
Kuliah yang menyenangkan, hujan, panas, kami lewati demi sebuah ilmu. Tawa, tangis, kami lalui bersama, tak pernah kami anggap berat semua ini. Bahkan UTS yang hanya tinggal menghitung hari ini kami gunakan tuk berfoto bersama, di dalam maupun di luar kelas menjadi begron yang menarik bagi kami. Bahkan tangga yang sedikit kotor karena hujan turun pun kami gunakan tuk berfoto, benar-benar menyenangkan dan menarik.
UTS yang sudah mulai dilaksanakan membuat kami sedikit takut, namun bukan mahasiswa kalau tak memiliki akal tuk menghadapi UTS. Satu demi satu UTS sudah kami lalui, mata kuliah Akuntansi yang membuat kami pusing pun berhasil kami kerjakan. Walau tak semua dosen meliburkan kami, namun kami senang sudah melaksanakan UTS dengan lancar. Kini tinggal beberapa materi saja yang harus kami ikuti, dan kami libur persiapan UAS.
Tiga bulan berlalu begitu cepat bagi ku, tak terasa UAS sudah didepan mata. Aku pun tak hanya mengenal teman satu kelas, melainkan teman lain kelas, lain jurusan, bahkan kakak tingkat. Hem, semua ini tak pernah ku bayangkan, berkuliah dan mendapat banyak teman. Aku berharap ini semua dapat berjalan dengan baik, dan aku dapat mengejar mimpi-mimpi ku yang lain, yang pasti semua ini tak lepas dari do’a ku dan keluarga ku terlebih ibu dan ayah ku. Tiga bulan ini bukan lah akhir dari mengejar mimpi ku, melainkan awal dari langkah besar ku tuk mengejar mimpi setinggi langit dan seluas dunia.
                                                                                 By: Nopem












Daftar Blog Saya

Bantul

Bantul
Santai aj

My Faforit

  • Film Action
Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Cari Blog Ini